Kehadiran Pasukan AS Menuai Protes Warga Suriah

DAMASKUS - Warga dan pemerintah lokal di kota sebelah utara Suriah, Hasaka, menggelar aksi demonstrasi memprotes kehadiran 150 tentara Amerika Serikat di kota yang dikendalikan kelompok Kurdi, Rmeilan.



"Kami mengkategorikannya sebagai tindakan ilegal dan pelanggaran yang mencolok terhadap kedaulatan negara kami. Kami tidak akan membiarkan sepatu tentara Amerika di tanah kami. Kami juga menolak setiap rencana tentang pembagian atau federalisasi Suriah," kata Gubernur Al Hasaka, Mohammad Zaal, seperti dikutip dari FARS, Kamis (5/5/2016).

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Suriah sendiri menyatakan bahwa penyebaran 150 tentara AS ke Rmeilan, wilayah timur laut negara itu, sebagai aksi intervensi yang tidak dapat diterima dan ilegal karena tanpa otorisasi dari pemerintah.

"Intervensi ini ditolak dan tidak sah karena terjadi tanpa persetujuan pemerintah Suriah," pernyataan Kemlu Suriah. Kemlu Suriah menegaskan bahwa langkah ini melanggar hukum dan konvensi internasional karena dianggap sebagai "serangan langsung" yang melanggar wilayah Suriah.

Sebelumnya, Presiden AS Barack Obama mengumumkan bahwa Washington akan menyebarkan hingga 250 personil militer tambahan di Suriah termasuk Pasukan Khusus. Mereka dimaksudkan untuk melatih pasukan Kurdi Suriah.


(ian)
sindonews
iklan