Israel Dapat Izin Buka Misi Diplomatik di Markas NATO

BRUSSELS - Pakta pertahanan Atlantik Utara atau NATO memberikan lampu hijau kepada Israel untuk membuka misi diplomatik permanen di markas aliansi militer bentukan Amerika Serikat (AS) itu.



Kemungkinan Israel membuka misi diplomatik permanen di markas NATO dapat terwujud setelah Turki mengangkat veto terhadap aktivitas Israel dalam blok tersebut seperti dikutip Midle East Monitor dari AlKhaleejonline, Kamis (5/5/2016).

Hal ini diungkapkan NATO dalam sebuah pernyataan yang menyatakan bahwa Duta Besar Israel untuk Uni Eropa, David Walzer, sekarang telah menjadi misi diplomatik di markas NATO, Brussels.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Israel menyambut baik keputusan ini. Israel sejatinya bukanlah anggota NATO, namun memiliki sejumlah mitra dalam tubuh aliansi pertahanan itu dalam program aliansi Dialog Mediterania.

Sebelumnya, pada tahun 2011, Turki memveto permintaan Israel untuk mengirimkan perwakilan di markas NATO. Surat kabar Israel, Haaretz melaporkan, pejabat Israel mengatakan pencabutan veto Turki mencerminkan keinginan negara itu untuk menormalkan hubungan dengan Israel.


(ian)
sindonews
iklan