Intelijen Pakistan Dituduh Racuni Eks Kepala CIA usai Osama Dibunuh

WASHINGTON - Agen intelijen Pakistan dituduh meracuni eks Kepala CIA di Pakistan, Mark Kelton, setelah operasi siluman yang menewaskan Osama bin Laden di Abbottabad Mei 2011.

Osama bin Laden menonton televisi sebelum dibunuh pasukan Navy Seal. | (Reuters/Pentagon)


Kelton adalah pemimpin serangan ke tempat persembunyian Osama. Setelah pendiri Al-Qaeda itu dibunuh, Kelton dipulangkan dari Islamabad ke Amerika Serikat (AS) dengan kondisi medis yang parah.

Dia mengalami nyeri perut yang menyiksa selama dua bulan sejak pasukan khusus Navy Seal menembak mati Osama.

Para pejabat AS, seperti dikutip Washington Post, meyakini sakit mendadak yang dialami Kelton merupakan ulah agen-agen dari lembaga Inter-Services Intelligence (ISI) Pakistan. Kelton sakit misterius seiring dengan memburuknya hubungan AS dan Pakistan.

Setelah pensiun dari CIA kesehatan Kelton pulih berkat menjalani operasi perut. Meski ada tuduhan intelijen di balik sakitnya Kelton, namun AS belum menemukan bukti.

Kelton, 59, menolak permintaan wawancara yang diajukan Washington Post. Namun, diamengatakan bahwa penyebab penyakitnya tidak pernah diklarifikasi”. Menurutnya, dia bukanlah orang pertama yang menduga telah diracuni. ”Asal-usul untuk prediksi tentang itu tidak berasal dari saya,” katanya.

“Saya lebih suka membiarkan seluruh episode kebohongan sedih. Saya sangat, sangat bangga dengan orang yang bekerja dengan saya, yang melakukan hal-hal yang luar biasa untuk negara mereka pada waktu yang sangat sulit. Ketika benar kisah ini diceritakan, negara akan sangat bangga dengan mereka,” ujarnya, yang dilansir Jumat (6/5/2016).

Menteri Pertahanan Pakistan ketika Osama bin Laden tewas mengatakan bahwkepemimpinan sipil dan militer Pakistan sejatinya tahu keberadaan pendiri Al-Qaeda di negara itu.


Pada saat Kelton muncul di Islamabad pada akhir 2010, ada ketegangan yangmemuncak. Kepala ISI pada saat itu sering menolak untuk berbicara dengan Kelton atau bahkan mengucapkan namanya.

Para pejabat Pakistan telah membantah laporan bahwa intelijen Pakistan meracuni Kelton. ”Jelas, ini cerita fiksi, tidak layak dikomentari, kata juru bicara Kedutaan Besar Pakistan di AS, Nadeem Hotiana. 


Kami menolak sindiran tersirat dalam tuduhan ini.


(mas)
sindonews
iklan