Inggris Sebut Serangan Udaranya Tewaskan Hampir 1.000 Anggota ISIS

LONDON - Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan, hampir 1.000 anggota ISIS tewas sejak Negeri Ratu Elizabeth itu memulai kampanye pemboman di Irak dan Suriah.



Data menunjukkan bahwa serangan Angkatan Udara Inggris, RAF, secara presisi telah membunuh 974 teroris ISIS di Irak dan 22 teroris di Suriah sejak September 2014 dan Maret 2016. Inggris juga mengklaim tidak ada warga sipil tewas akibat serangan udara mereka, seperti dikutip dari laman Express, Minggu (1/5/2016).

"Kami membuat kemajuan yang solid terhadap Daesh. Mereka telah kehilangan 40 persen dari wilayah mereka, pendapatan minyak mereka telah terpotong sekitar sepertiganya dan mereka mendapatkan kerugian besar. Sekarang kita harus mendorong dan mengalahkan mereka," kata Menteri Pertahanan Inggris, Michael Fallon.

Meski begitu, pernyataan Kemhan Inggris ini mendapat cibiran dari kritikus yang tidak meyakini tidak ada warga sipil yang menjadi korban serangan udara Inggris. Mereka bahkan menyebut konyol jika sampai tidak ada warga sipil yang tewas.

"Bahkan dengan meluasnya penggunaan senjata yang relatif presisi oleh Barat, serangan udara adalah senjata paling mematikan bagi warga sipil. Ini belum ada sebelumnya dalam sejarah, tidak ada warga sipil menjadi korban," kata Direktur kelompok pemantau Air Wars, Chris Woods.


(ian)
sindonews
iklan