Enam Ilmuwan Hebat yang Menyesali Penemuan Mereka

VIVA.co.id – Ilmuwan hebat kerap menemukan alat atau perangkat yang bisa digunakan untuk kemaslahatan orang banyak. Namun namanya manusia, selalu saja penemuan yang baik justru digunakan untuk hal yang jahat.

Beberapa ilmuwan seperti Alfred Nobel maupun Mikhail Kalashnikov merupakan penemu perangkat yang awalnya ditujukan untuk menghentikan perang. Siapa sangka, temuannya tersebut ternyata digunakan untuk makin membuat perang berkecamuk di mana-mana.
Bigthink.com mengumpulkan enam orang ilmuwan yang memiliki penemuan hebat dan sangat bermanfaat. Ditujukan untuk kebaikan manusia, penemuan mereka malah banyak disalahgunakan. Berikut enam ilmuwan yang dimaksud:

1. Alfred Nobel - Penemu bahan peledak (dinamit)
Dia adalah ahli kimia asal Swedia, seorang ilmuwan yang mahir berbicara lima bahasa sejak usia 17 tahun. Penemuan dinamitnya dipatenkan pada 1867 dimaksudkan untuk membuat bahan peledak yang lebih aman dan stabil. Dengan memasukkan stabilisator ke dalam nitroglycerin, dia berharap peledan ini bisa mengakhiri perang, yang sempat membunuh saudara laki-lakinya, Emil Nobel.
Sayangnya, pihak tentara tidak berpikir demikian. Ledakan dinamit malah membuat lebih banyak orang yang tewas. Sebuah koran di Prancis pernah menulis, 'Dr Alfred Nobel, menjadi orang kaya karena temuannya yang menjadi jalan untuk membunuh lebih banyak orang dengan cara yang cepat'. Nobel kecewa dengan tulisan itu dan mendedikasikan sebagian kekayaannya untuk menghormati orang-orang yang berjasa atas perdamaian dunia, dengan nama Hadiah Nobel.
2. Arthur Galston - Agent Orange (senjata kimia)
Ahli tanaman asal Amerika ini awalnya hanya ingin membantu mempercepat pertumbuhan tanaman. Dia fokus mensintesakan triiodobenzoic acid (TIBA), sebuah hormon yang bisa mempercepat pertumbuhan kacang kedelai. TIBA awalnya berhasil melumpuhkan pertanian di Vietnam saat perang berlangsung. Namun dalam waktu bersamaan, TIBA juga menyebabkan gangguan kelahiran pada warga di sekitar, dan gangguan kesehatan pada orang dewasa.
Akibatnya, Galston menyesali penemuannya ini dan berupaya keras untuk melarang penggunaannya dimana saja. Dia melobi penguasa sejak 1965 agar tidak lagi menggunakan TIBA sampai akhirnya senyawa itu dilarang penggunaannya pada 1971. Kepada New York Times dia pernah mengatakan, "Tidak ada yang bisa menjamin jika hasil dari sains bisa digunakan untuk kebaikan umat manusia. Semua penemuan dasarnya adalah netral, namun bisa digunakan untuk membangun atau merusak. Ini bukan salah ilmu pengetahuan".
3. Mikhail Kalashnikov - Senapan AK-47
Awalnya, Kalashnikov hanya berniat untuk mempertahankan negaranya. Dia menjadi anggota angkatan bersenjata dan mendengar keluhan mengenai senjata yang digunakan ternyata tidak efektif. Dengan bekal ketertarikannya pada persenjataan dan mesin, dia pun mendesain senjata yang lebih baik. Hasil karyanya adalah Avtomat Kalashnikov Model 1947 atau yang dikenal dengan AK-47. Harganya murah, ringan, dan mampu bertahan di segala iklim negara. Kalashnikov pun menjadi pahlawan di Rusia.
Sayangnya, sekelompok teroris berhasil menjiplak temuannya itu. AK-47 tiruan itu pun digunakan untuk menyerang negara lain secara membabi-buta dan melakukan banyak kekerasan. Kalashnikov pernah berkata ke media The Guardian, 'Saya bangga dengan penemuan ini tapi saya sedih karena senjata ini digunakan oleh teroris. Saya lebih baik menciptakan perlengkapan yang bisa membantu meringankan pekerjaan para petani".
Pada 2009, 100 juta unit AK-47 diproduksi, setengah dari jumlah tersebut merupakan hasil bajakan (tiruan). Pada umur 93 tahun dia pernah mengirimkan surat permintaan maaf kepada kepada gereja Ortodox di Rusia. Dia menyadari bertanggung jawab atas banyaknya orang terbunuh karena AK-47. Gereja pun menerima permintaan maafnya. Kalashnikov meninggal enam bulan kemudian.
4. Kamran Loghman - Senjata semprotan merica
Semprotan merica merupakan senjata yang tidak terlalu mematikan. Diciptakan pada 1960, bertujuan hanya untuk menjaga paket yang dibawa oleh petugas pos agar tidak digigit anjing dalam perjalanannya. FBI meningkatka kemampuan senjata ini pada 1980 dengan menggunakan oleoresin capsicum (OC) yang ditemukan Kamran Loghman. OC juga tidak terlalu mematikan, hanya sebuah senyawa yang bisa menimbulkan efek panas mirip merica namun lebih panas lima kali lipat dibanding merica dan bisa menimbulkan kebutaan sementara, kesulitan bernapas, sensasi terbakar, dan batuk-batuk.
Pada 2011, Loghman melihat temuannya itu digunakan untuk membubarkan aksi demonstrasi damai di Wall Street (Occupy Wall Street). Dia menyesali kejadian ini dan mengatakan, "Penggunaan perangkat itu di luar yang seharusnya, tidak sesuai dengan pelatihan di departemen kepolisian yang pernah saya tahu. Saya sendiri yang memberikan sertifikasi terhadap 4.000 polisi di era 1980 sampai 1990 untuk menggunakan semprotan itu. Bukan itu tujuan saya menemukan semprotan merica sebagai senjata".
5. Orville Wright - Pesawat Udara
Pesawat diciptakan oleh dua bersaudara, Orville dan Wilbur Wright. Pertama kali di jual ke tentara Amerika pada 1909, dengan tujuan untuk observasi. Namun ternyata pesawat itu digunakan untuk merusak saat perang dunia ke-2. Dia menulis sebuah surat ke Aircraft Production Board, "Pesawat telah membuat perang semakin merusak dan mematikan. Saya tidak percaya ada negara yang mau memulai perang".
Setelah melihat kerusakan di mana-mana saat perang dunia ke-2, yang dikarenakan pesawat, dia pun menyadari penemuannya tidak sesuai dengan harapan, "Kami awalnya berharap telah menemukan suatu penemuan yang bisa mempertahankan perdamaian di bumi. Namun ternyata kami salah".
6. J Robert Oppenheimer - Bom atom
Openheimer merupakan kebanggaan Amerika karena ahli nuklir, astrofisikawan dan juga ahli dalam teori medan kuantum. Dia pernah juga meneliti Black Holes. Pada Perang Dunia ke-2 dia ingin membuat bom atom yang dipercaya bisa menghentikan perang. Dia pun membuat reaksi rantai neutron untuk menjadi daya bagi bom tersebut.
Hasilnya adalah Trinity, sebuah bom hidrogen dengan kekuatan ledakan setara 18000 ton TNT. Setelah melihat kegunaannya, termasuk saat Hirosimaa luluh lantak karena dibom. Oppenheimer pun meminta penguasa untuk mencabut sistem keamannya.
(ren)
iklan