Drone dan Artileri Turki Dikerahkan Gempur ISIS

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Penyerangan senjata berat dan pesawat nirawak (drone) Turki, yang diluncurkan dari Turki selatan, mengenai sasaran milik ISIS di Suriah pada Ahad (1/5).



Militer Turki mengatakan serangan itu menewaskan 34 pegaris keras. Mereka mengatakan serangan itu sebagai tanggapan terhadap serangan roket ISIS yang mengenai Provinsi Kilis, Turki selatan.

Kilis, kota perbatasan dan wilayah sekelilingnya, sering terkena serangan roket dari wilayah Suriah yang dikuasai ISIS dalam beberapa bulan belakangan. Dalam serangan pada Ahad itu, sejumlah meriam howitzer dan roket Turki pertama kali mengenai sasaran milik ISIS di sekitar 12 kilometer ke arah selatan perbatasan.

Kemudian, empat pesawat nirawak, yang diberangkatkan dari pangkalan Incirlik, Turki selatan, menghancurkan sasaran lebih jauh. Turki berulang kali meluncurkan serangan balasan terhadap sejumlah lokasi kelompok bersenjata ISIS di bawah kebijakannya, namun mereka juga mengatakan dibutuhkan adanya dukungan dari sekutu Barat, mengutip betapa sulitnya mengenai sasaran bergerak dengan meriam howitzer.

Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu dikutip pada pekan lalu bahwa Amerika Serikat akan mengerahkan sebuah sistem peluncur roket dekat bentangan perbatasan yang mendapatkan serangan. Seorang pejabat senior militer Amerika Serikan mengonfirmasi permasalahan itu masih diperbincangkan namun menolak untuk memberikan komentar lebih lanjut.
Sumber : Antara
iklan