Diretas Korut, Data Rahasia Militer Korsel Terancam Bocor

SEOUL – Salah satu perusahaan terkenal pembuat peralatan militer di Korea Selatan (Korsel), Hanjin Heavy Industries and Construction Co, terkena serangan hacker. Peretasan itu terjadi pada 20 April 2016, dan sejumlah data rahasia pun dikhawatirkan bocor.


Menurut pihak Korsel, serangan hacker tersebut dilakukan oleh pihak Korut. Akibat serangan ini, badan kontra-spionase Korsel telah melakukan penyelidikan terhadap perusahaan pembuat kapal perang Angkatan Laut terbesar di Korsel, Hanjin.
"Setelah mengidentifikasi adanya tanda-tanda bahwa Hanjin Heavy Industries telah diretas pada 20 April 2016, Komando Keamanan Pertahanan saat ini memimpin investigasi. Serangan ini mungkin saja dilakukan oleh pihak Korut, tapi mereka tidak benar-benar yakin," ujar seorang sumber kepada Yonhap, sebagaimana dikutip dariIB Times, Rabu (11/5/2016).
Hanjin selama ini dikenal sebagai perusahaan pembuat peralatan militer di Korsel, termasuk di antaranya adalah kapal patroli, kapal berkecepatan tinggi, kapal serbu amfibi termasuk ROKS Dokdo untuk Angkatan Laut (AL) Korsel.
Karana itu, jaringan komunikasi perusahaan Hanjin diyakini memiliki informasi militer yang bersifat sensitif dan rahasia termasuk di antaranya adalah sketsa dan sistem operasi manual beberapa mesin perang angkatan laut.
Terkait hal ini, tim investigasi sedang menyelidiki apakah data-data tersebut benar-benar bocor akibat serangan peretas yang dilakukan baru-baru ini.
Militer korsel selama ini telah berulang kali terkena serangan hacker. Serangan pada 2014 dan 2015, Korut dicurigai sebagai pelaku penyerangan.
Pembelot Korut mengatakan bahwa Korut diduga mempertahankan 6.000 pasukan hacker militer terlatih. Negara komunis itu juga mengeluarkan anggaran sekira 20 persen untuk melakukan operasi dan pelatihan cyber.
(FIK)
okezone
iklan