AS: Jika Ingin Beli F-16, Pakistan Harus Bayar Sendiri

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) telah mengatakan kepada Pakistan bahwa mereka harus membayar sendiri jika ingin membeli jet tempur F-16. Hal tersebut terjadi usai Kongres AS menolak penggunaan uang pemerintahnya untuk membayar pembelian pesawat tersebut.

Pada Februari 2016, Pemerintah AS menyatakan menyetujui permintaan Pakistan untuk membeli delapan jet tempur F-16 yang dibuat Lockheed Martin Corp. Namun, Senator Bob Corker mengatakan akan menggunakan jabatannya sebagai pemimpin Komite Hubungan Luar Negeri di Kongres AS untuk melarang negaranya mengeluarkan dana guna membiayai Pakistan.
Dilaporkan, hal tersebut sebagai refleksi perasaan dari anggota kongres, baik dari Demokrat maupun Republik, yang memandang Pakistan mendukung kelompok militan yang menjadikan Afghanistan dan AS sebagai target serangan.
Corker menambahkan, ia melihat Pakistan gagal dalam mendukung proses rekonsiliasi dengan Afghanistan. Sehingga, dirinya menolak Pemerintah AS merogoh kocek untuk membantu militer Pakistan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS John Kirby mengatakan bahwa pihak oposisi di kongres menginginkan dana alokasi Foreign Military Financing (pembiayaan militer asing) Pemerintah AS tidak digunakan untuk membeli jet tempur tersebut.
“Dikarenakan penolakan dari kongres, kami mengatakan kepada Pakistan bahwa mereka seharusnya sudah memiliki dana nasional untuk pembelian pesawat-pesawat itu,” ujar Kirby dalam sebuah konferensi pers, sebagaimana diwartakan Reuters, Selasa (3/5/2016).
WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) telah mengatakan kepada Pakistan bahwa mereka harus membayar sendiri jika ingin membeli jet tempur F-16. Hal tersebut terjadi usai Kongres AS menolak penggunaan uang pemerintahnya untuk membayar pembelian pesawat tersebut.
Pada Februari 2016, Pemerintah AS menyatakan menyetujui permintaan Pakistan untuk membeli delapan jet tempur F-16 yang dibuat Lockheed Martin Corp. Namun, Senator Bob Corker mengatakan akan menggunakan jabatannya sebagai pemimpin Komite Hubungan Luar Negeri di Kongres AS untuk melarang negaranya mengeluarkan dana guna membiayai Pakistan.
Dilaporkan, hal tersebut sebagai refleksi perasaan dari anggota kongres, baik dari Demokrat maupun Republik, yang memandang Pakistan mendukung kelompok militan yang menjadikan Afghanistan dan AS sebagai target serangan.
Corker menambahkan, ia melihat Pakistan gagal dalam mendukung proses rekonsiliasi dengan Afghanistan. Sehingga, dirinya menolak Pemerintah AS merogoh kocek untuk membantu militer Pakistan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS John Kirby mengatakan bahwa pihak oposisi di kongres menginginkan dana alokasi Foreign Military Financing (pembiayaan militer asing) Pemerintah AS tidak digunakan untuk membeli jet tempur tersebut.
“Dikarenakan penolakan dari kongres, kami mengatakan kepada Pakistan bahwa mereka seharusnya sudah memiliki dana nasional untuk pembelian pesawat-pesawat itu,” ujar Kirby dalam sebuah konferensi pers, sebagaimana diwartakanReuters, Selasa (3/5/2016).

(emj)
okezone
iklan