Analisa Mengapa S-500 Rusia Membuat Pentagon Nervous

WASHINGTON - Analis pertahanan terkemuka, Dave Majumdar, menjelaskan anlisa mengapa para pejabat Pentagon Amerika Serikat (AS) nervous dengan sistem pertahanan rudal mutakhir S-500 Rusia.



Dalam tulisannya di National Interest, Dave Majumdar menyatakan pesawat tempur siluman terbaik di gudang Pentagon tidak akan dapat berbuat apa-apa selama ada S-500 Rusia. Hal itulah, yang menurutnya, membuat Pentagon nervous atau waswas.

Memang, beberapa senjata baru (Rusia)—seperti S-500begitu mampu membuatbanyak pejabat pertahanan AS khawatir, bahwa pesawat tempur bahkan siluman seperti F-22, F-35 dan B-2 mungkin memiliki masalah untuk mengatasi mereka (Rusia),” tulis Dave Majumdar.

Para pejabat pertahanan Rusia mengharapkan S-500 untuk masuk ke layanan militer Moskow dalam waktu dekat, tapi tidak ada tanggal tertentu yang telah dipastikan militer Rusia.

Pada bulan April lalu, Wakil Menteri Pertahanan Rusia; Yuri Borisov, mengatakankepada RIA Novosti, bahwa penyebaran S-500 tidak dijadwalkan untuk tahun ini.


Resimen pertama dari sistem rudal jarak jauh anti-pesawat dan anti-rudal balistik iniakan digunakan membela Moskow dan Rusia tengah.

Menariknya, ada aspek lain yang berkaitan dengan S-500 dan peralatan militer canggihRusia lainnya yang telah mengejutkan Pentagon.


”Salah satu pejabat industri AS mencatat, sektor industri militer Rusia sangat menderita pasca-runtuhnya Uni Soviet, entah bagaimana Moskow berhasil untuk terus mengembangkan sistem pertahanan udara canggih tanpa banyak degradasi dalam kemampuan,” imbuh Majumdar, yang dilansir Sputniknews, Kamis (5/5/2016).


Sistem pertahanan rudal S-500 Prometey yang juga dikenal sebagai 55R6M Triumfator-M adalah sistem anti anti-pesawat dan sistem rudal anti-balistik mutakhir Rusia saat ini. Sistem S-500 diciptakan untuk menggantikan S-300.


S-500, yang dirancang oleh Almaz Antey, diklaim memiliki jangkauan 600 kilometer (lebih dari 370 mil) dalam tembakannyaSistem ini secara bersamaan dapat mencegat hingga sepuluh rudal balistik dan hipersonik yang melesat dengan kecepatan 7 kilometer per detik. S-500 Prometey juga mampu menembak target pada ketinggian hingga 200 kilometer (lebih dari 120 mil).


(mas)
sindonews
iklan