Abu Sayyaf Lepas 10 WNI dengan Tebusan Rp14 M? Militer Filipina Bungkam

MANILA - Kelompok Abu Sayyaf membebaskan sepuluh warga negara Indonesia (WNI) Minggu kemarin, setelah disandera lima minggu. Sumber di Filipina menyatakan sepuluh sandera dibebaskan dengan tebusan 50 juta peso atau sekitar Rp14 miliar, namun militer Filipina bungkam soal informasi tebusan itu.



Sepuluh WNI ditinggalkan kelompok Abu Sayyaf di rumah Gubernur SuluAbdusakur Tan Jr., di Jolo saat hujan lebat di siang hari. Mereka sudah tiba di Indonesia dan sudah di bawa ke RSPAD Jakarta.

Sepuluh WNI itu adalah Peter Tonson, Julian Philip, Alvian Elvis Peti, Mahmud, Surian Syah, Surianto, Wawan Saputria, Bayu Oktavianto, Reynaldi dan Wendi Raknadian.

Kepala Polisi Jolo, Junpikar Sitin, sebelumnya mengkonfirmasi pembebasan 10 WNI itu. ”Mereka muncul terlihat lelah tetapi dalam semangat yang tinggi,” katanya, yang membenarkan bahwa para WNI dijamu di rumah Gubernur Sulu, seperti dilansir Philstar,Senin (2/5/2016).

Dalam video yang diposting di halaman Facebook yang terkait dengan Abu Sayyaf, parabandit mengancam akan membunuh para pelaut Indonesia itu kecuali tebusan 50 jutaPeso dibayarkan pada 8 April.


Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) menolak mengkonfirmasi perihal uang tebusan itu. AFP sebelumnya meminta semua pihak untuk tidak membayar uang tebusan kepda Abu Sayyaf.

Juru bicara Komando Mindanao Barat Militer Filipina, Mayor Filemon Tan Jr, mengatakan laporan intelijen menyebutkan bahwa kelompok panyendera 10 WNI ini merupakan faksiAbu Sayyaf yang dipimpin oleh Alhabshi Misaya.


Sitin mengaku tidak tahu bahwa uang tebusan telah dibayarkan. Sedangkan Wali Kota Jolo, Hussin Amin, juga tidak menerima informasi apakah pembebasan 10 WNI itu dengan tebusan atau tidak.


Jika pembebasan besar ini datang dengan imbalan uang, mereka yang membayar mendukung Abu Sayyaf, kata Hussin Amin.


Uang ini akan digunakan untuk membeli lebih banyak senjata api dan akan digunakan sebagai dana mobilisasi oleh penjahat ini,” ujarnya.


(mas)
sindonews
iklan