20.000 Penggemar Menyaksikan “Raja Dirgantara” di Perth

PERTH, KOMPAS.com – Sedikitnya 20.000 penggemar telah berkesempatan menyaksikan sebuah pesawat terbesar di dunia, yang dijuluki “raja dirgantara” di Perth, Australia.

Media-media Australia melaporkan,  pesawat itu mendarat di Perth,  Minggu (15/5/2016) siang dan telah lepas landas, Selasa (17/5/2016) pagi waktu setempat.
Setidaknya lebih dari 20.000 orang telah menyaksikan pesawat yang memiliki enam mesin dan berbobot 600 ton itu. Panjang pesawat ini 84 meter dengan berat generator-nya 117 ton.
Pesawat bertolak dari Kiev, Ukraina, dan kemudian mengangkut kargo di Praha, Polandia. Pesawat sempat menyinggahi beberapa tempat di Timur Tengah dan Asia
Ketika tiba di Perth, pesawat Antonov AN-225 Mriya dieluh-eluhkan bagai pangeran dirgantara.  Ribuan orang berteriak kegirangan dari area publik bandara ketika pesawat menyentuh landasan.
Sorakan kegembiraan telah terasa sejak sebelum pesawat itu tiba. “Ini sebuah pesawat rakasa," teriak John Norcic dari Armadale ketika pesawat bergemuruh menuju landasan.
Pilot pesawat itu melambaikan bendera Ukraina ketika ia menggerakkan pesawat tak jauh di depan kerumunan massa penggemar.
"Ini adalah pernyataan politik tentang perjuangan kemerdekaan Ukraina dari Rusia," kata seorang penggemar pesawat itu dengan penuh semangat, Anna Maria Harrison.
Sekalipun pesawat Antonov itu terlambat dua jam dari jadwal kedatangan, namun ribuan penggemarnya tetap sabar menunggu tanpa rasa kecewa.
Bagi mereka, itu adalah kesempatan yang hanya datang sekali dalam seumur hidup mereka untuk melihat sebuah pesawat raksasa.
Kemacetan lalu lintas menuju bandara telah menghalangi beberapa penggemar untuk melihatnya.
Namun, dengan terlambat dua jam dari jadwal kedatangan, sebagian penggemar lain masih berkesempatan untuk melihatnya dari dekat.
Banyak orang berkemah di mobil mereka semalaman untuk kesempatan untuk mendapatkan posisi utama di dua area publik yang disediakan untuk melihatnya.
Namun, pesawat itu telah lepas landas dari Australia menuju Jerman untuk sebuah misi yang lain, Selasa (17/5/2016) sekitar pukul 06.00 waktu setempat di Perth.
AvionaleAntonov A-225 lepas landas dari Perth, Australia, Selasa (17/5/2016) pagi.
Massa penggemar, ratusan orang, kembali menyaksikan pesawat itu saat lepas landas.
Pesawat raksasa itu dibuat di bekas Uni Soviet pada tahun 1988 dan kini pemegang rekor sebagai  pesawat terbesar di dunia menurut  Guinness World Records.
Dahulu pesawat ini digunakan untuk mengangkut pesawat ulang alik Buran untuk menggantikan Myasishchev VM-T.
Namun setelah Uni Soviet bubar pada tahun 1991, pesawat itu nganggur selama 8 tahun.
Pada tahun 2001, pesawat ini kembali dioperasikan dengan menjadi pengangkut berat yang bernomor penerbangan UR-82060 sampai sekarang.
Pesawat ini tetap disimpan di Ukraina.
Editor: Pascal S Bin Saju
Sumber: Perth Now/Daily Mail
iklan