Turki Didesak Akui Genosida 1,5 Juta Warga Kristen Armenia

YEREVAN – Warga Armenia di seluruh dunia mengenang peristiwa pembantaian 1,5 juta warga Kristen Armenia oleh Kesultanan Ottoman Turki pada 1915 yang diperingati pada 24 April setiap tahunnya.
 

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, ribuan orang di seluruh dunia turun ke jalan menuntut Pemerintah Turki sebagai penerus Kesultanan Ottoman untuk mengakui peristiwa itu sebagai sebuah genosida.

Presiden Serzh Sargsyan dan Ibu Negara Rita Sargsyan meletakkan karangan bunga di Monumen Peringatan Genosida Armenia dalam peringatan di ibu kota Armenia, Yerevan. Acara itu juga dihadiri sejumlah tokoh terkenal dunia yang memiliki darah keturunan Armenia. Salah satu yang hadir adalah aktor Amerika Serikat (AS) George Clooney.

Peringatan dan demonstrasi terkait pembantaian Warga Armenia 1915 juga dilakukan ribuan orang di Rusia, Yunani, Turki dan Iran.

“Tuntutan kami adalah Turki mengakui kebenaran sejarah dan menerima tanggung jawab hukum mengenai hal itu,” kata Karen Khanlani, anggota parlemen Iran keturunan Armenia sebagaimana dilansir Russia Today, Senin (25/4/2016).

Pembantaian terhadap warga Kristen Armenia oleh Kesultanan Ottoman diduga kuat dimulai pada 23-24 April 1915 saat Pemerintah Ottoman menangkapi dan memenjarakan 250 tokoh intelektual dan pemimpin masyarakat Armenia. Sebagian besar dari mereka kemudian diekskusi di ibu kota Konstantinopel.

Menyusul peristiwa yang dikenal dengan nama Red Sunday atau Minggu Berdarah ini, pada Mei 1915 Pemerintah Ottoman menyetujui undang-undang Techir yang memerintahkan pemindahan dan pendeportasian warga Kristen Armenia dari wilayah Kesultanan Ottoman. Kampanye pendeportasian ini menyebabkan kematian antara 800 ribu hingga 1,5 juta warga Armenia Turki.

Pemerintah Turki sebagai penerus dari Kesultanan Ottoman mengakui bahwa ada perlakukan buruk yang diterima oleh para warga Armenia, namun mereka juga bersikeras bahwa jumlah korban tewas terlalu dilebih-lebihkan. Selain itu, mereka juga mengatakan tidak ada usaha sistematis yang dilakukan pemerintah Ottoman untuk memusnahkan warga minoritas Armenia sehingga hal ini tidak bisa dikategorikan sebagai sebuah genosida. (dka)okezone


iklan