Terungkap, Rusia Kerahkan Rudal "Nuklir" Iskander di Suriah

MOSKOW - Rusia diam-diam mengerahkan rudal yang paling canggih dan taktis,Iskander, di Suriah. Rudal berkampuan nuklir itu bisa menjangkau seluruh Israel dan beberapa negara di Timur Tengah.



Menurut situs militer Rusia military-informant.com, rudal balistik Iskander SS-26 yang memiliki jangkauan 400 kilometer dan berkemampuan nuklir, terlihat pada 27 Maret2016 di dekat pangkalan udara Hmeymim, Suriah, yang selama ini digunakan oleh Rusia untuk meluncurkan serangan udara.


Rudal Iskander sebelumnya tidak pernah digunakan Rusia dalam operasi militer di wilayah asing. Bahkan, sebelum ini tidak pernah ada rudal yang bisa membawa hulu ledak nuklir dikerahkan di negara Arab yang berbatasan dengan Israel sejak 2007 ketika rudal DF-21 China dipasang di Arab Saudi.

Majalah minggu online Debka, semalam (30/3/2016), juga melansir pengerahan diam-diam rudal Iskander Rusia di Suriah dengan sumber intelijen dan militer Moskow.

Jenis rudal berbahaya ini terakhir kali terlihat di basis Kaliningrad, kawasan Baltik tahun 2015, ketika ketegangan Rusia dan Barat meningkat terkait krisis Ukraina.

Laporan yang disertai foto keberadaan rudal Iskander di Suriah itu menjadi kejutan setelah Presiden Vladimir Putin memutuskan menarikan sebagian besar kekuatan tempurnya dari Suriah dengan dalih tujuan operasi militernya telah tercapai.

Rudal Iskander yang berada di pangkalan Hmeymim, Suriah, bisa menjangkau seluruh Israel sampai ke kota selatan Beersheba. Rudal ini juga bisa menjangkau wilayah penting di Turki sampai ke pinggiran Ankara. Bahkan bisa juga menjangkau kawasandan timur dan tengah Mediterania termasuk Siprus.


Rusia belum mengkonfirmasi pengerahan rudal Iskander. Pada 15 Maret 2016, Moskow mengumumkan bahwa rudal canggih S-400 akan tetap tinggal di Suriah setelah penarikan sebagian besar pasukan tempur Moskow. "Sepuluh hari kemudian, pada tanggal 25 Maret 2016, sistem Iskander berada di pangkalan militer Hmeymim," demikian laporan Debka.

Sumber militer Rusia menyatakan, ada fitur khusus dari rudal Iskander. Yakni, kontrol dari hulu ledak sebesar sinyal radio yang tidak bisa dicegat atau disadap oleh UAV ataupun AWACS.

Jika pengerahan rudal Iskander itu dikonfirmasi Rusia, maka Amerika Serikat (AS) dan sekutunya “terpedaya” Kremlin yang memutuskan menarik sebagian pasukan tempurnya namun dalam waktu bersamaan justru mengerahkan rudal balistik berkemampuan nuklir.


(mas)

sindonews
iklan