Takut "Agresi" Rusia, AS Sebar Jet Tempur Siluman F-22 di Rumania

BUCHAREST - Pentagon Amerika Serikat (AS) menyebarkan sepasang jet tempur siluman F-22 Raptors di Rumania pada hari Senin. Pengerahan jet tempur F-22 itu dipicu ketakutan NATO akan “agresi” Rusia terhadap sekutu-sekutu NATO di Eropa.
 
 


Bersama dua jet tempur F-22 Raptors, Angkatan Udara AS terbang ke pangkalan udara Mihail Kogalniceanu di Rumania tenggara.

Defense News menyoroti kekhawatiran AS dengan maju pesatnya teknologi alutsista negara-negara pesaing utama Washington. ”Mengingat persepsi yang berkembang bahwa militer AS kehilangan keunggulan teknologi untuk melawan (kekuatan) seperti Rusia dan China, Kongres telah menyatakan minat bahwa anggaran sepanjang musim tahun ini di-restart,” tulis media pertahanan itu.

Pejabat Pentagon, Letnan Jenderal Timothy Ray, dalam siaran pers Angkatan Udara, mengkonfirmasi pengerahan sepasang jet tempur F-22 Raptors di Rumania.

Hari ini, saya ingin menyoroti penyebaran ini sebagai demonstrasi janji kami untuk mendukung Rumania dan sisanya dari sekutu NATO kami, katanya.

Rumania adalah salah satu sekutu terkuat kami,” katanya lagi, seperti dikutip Sputniknews, Selasa (26/4/2016).

Ray mengatakan pesawat tersebut akan digunakan untuk "mengalahkan setiap kemungkinan ancaman".

Duta Besar AS untuk Rumania, Hans G. Klemm, merinci ketakutan atau kekhawatiran dari ancaman yang disebutkan Jenderal Ray itu.

”(F-22 berusaha untuk meningkatkan) pertahanan Eropa, pertahanan Aliansi Atlantik-Utara, untuk meningkatkan keamanan di Eropa tenggara sebagai akibat dari agresi oleh Rusia yang telah membawa begitu banyak ketidakstabilan dari bagian dunia selama dua atau tiga tahun terakhir,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Udara Rumania, Mayor Jenderal Laurian Anastasof, menegaskan bahwa langkah pengerahan jet tempur itu sebagai imbas dari “hantu” Rusia.

Dalam skenario hipotetis, Anastasof mengatakan sebuah pesawat Rusia meninggalkan Crimea dan bisa memicu kekhawatiran dari sekutu NATO.


Dia menambahkan bahwa setiap pesawat tak dikenal terbang 20 mil dari wilayah udara Rumania wajib untuk dicegat.”Sebuah skenario yang sudah terjadi empat kali pada tahun ini,” katanya.


(mas)
sindonews
iklan