Suriah Tuding Israel Kerjasama dengan ISIS untuk Duduki Golan

DAMASKUS - Kepala perundingan pemerintah Suriah, Bashar Ja'afari menunding pemerintah Israel telah bekerjasama dengan ISIS dan al-Nusra untuk menduduki dataran tinggi Golan. Tudingan ini muncul setelah pemerintah Israel menegaskan bahwa dataran tinggi Golan adalah milik mereka, dan bukan milik Suriah.
 
 


Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemarin mengatakan, Israel tidak akan pernah melepaskan dataran tinggi Golan, yang direbut dari Suriah dalam perang 1967 dan dicaplok pada tahun 1981.

Menurut Ja'afari, pernyataan yang dilontarkan oleh Israel, paska adanya pertemuan Parlemen pertama di Golan adalah sebuah penegasan bahwa Israel memang telah bermain mata dengan ISIS dan al-Qaeda di wilayah tersebut. ISIS dan al-Nusra memastikan wilayah itu tidak kembali ke pelukan Suriah.

"Provokasi Israel ini menegaskan  kerjasama antara Israel dan teroris dari Daesh (ISIS) dan al -Nusra  pada garis demarkasi antara Golan dan pasukan PBB diposisikan," kata Ja'afari, seperti dilansir Reuters pada Senin (18/4).

Dirinya menambahkan,  pernyataan yang dibuat Israel ini seperti dimanfaatkan oleh oposisi Suriah, untuk mengalihkan fokus dunia dari negosiasi damai Suriah. 

"Bukan suatu kebetulan sekali bahwa eskalasi Israel ini didampingi oleh pernyataan tidak bertanggung jawab oleh anggota yang disebut delegasi Arab Saudi pada pembicaraan damai di Jenewa," imbuhnya, merujuk pada tim perundingan oposisi yang dibentuk di Saudi


(esn)
sindonews
iklan