Soal Panama Papers, Snowden Sebut PM Inggris Munafik

LONDON - Whistleblower NSA, Edward Joseph Snowden, menyebut Perdana Menteri (PM) Inggris, David Cameron, munafik, setelah menganggap bocoran data Panama Papers yang mencantumkan nama ayahnya, merupakan privasi.



Snowden kesal, karena Inggris seperti Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang mendukung penyadapan massal, termasuk email warga sipil. Namun, ketika ayahnya yang jadi “korban” peretasan “Panama Papers”, Cameron gusar dan menyebut hal itu sebagai privasi dan urusan pribadi.

Nama ayah Cameron masuk dalam daftar nama yang diduga terlibat skandal pajak, setelah data 11,5 juta dokumen milik firma hukum Panama Mossack Fonseca, diretas.

Snowden menilai pernyataan Cameron sebagai seorang yang munafik. “Oh, sekarang dia tertarik soal privasi,” sindir Snowden, melalui akun Twitter-nya, @Snowden, yang dikutipSindonews, Jumat (8/4/2016).

Mantan kontraktor NSA yang diburu intelijen AS setelah membocorkan penyadapan global AS ini menyerukan masyarakat Inggris bergerak untuk menggulingkan PM Cameron.

Menurut Snowden, Inggris bisa mengubah nasibnya dalam tempo 24 jam. Seruan Snowden ini menyusul protes massal di Islandia yang berhasil membuat PM Sigmundur David Gunnlaugsson mengundurkan diri. PM Islandia itu mundur setelah namanya juga masuk dalam daftar “Panama Papers”.

Terserah orang-orang Inggris, bukan kami. Di Islandia, 10 persen dari semua pemilih berada di jalan-jalan dalam waktu 24 jam,” tulis Snowden.


(mas)
sindonews
iklan