Rusia Kecewa Kurdi Kembali Tak Diundang di Negosiasi Damai Suriah

NEW YORK - Rusia menyatakan kekecewaan atas keputusan PBB untuk kembali tidak mengundang Kurdi dalam negosiasi damai Suriah. Menurut Duta Besar Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin hal itu sejatinya tidak sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB soal Suriah.



"Kami prihatin bahwa Kurdi Suriah, secara historis merupakan bagian penting dari negara, masih belum diundang untuk pembicaraan Jenewa. Kebijakan seperti bertentangan dengan garis resolusi DK PBB tentang inklusivitas dari proses politik di Suriah," kata Churkin, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (6/4).

Sementara itu, dirinya juga menuturkan bahwa pihaknya telah menyampaikan kepada anggota DK PBB lainnya rancangan pernyataan kepada pers, yang mendesak agar sifat pembicaraan damai Suriah menjadi seinklusif mungkin.

Namun, sayangnya menurut Churkin, apa yang diajukan Rusia tersebut mendapat penolakan dari sejumlah negara Barat. "Kami terkejut ketika proyek ini diblokir oleh beberapa negara-negara Barat. Delegasi Ukraina juga memainkan peran yang merusak," tambah Churkin.

Sebelumnya, Juru bicara PBB, Ahmad Fawzi mengatakan, utusan PBB untuk krisis Suriah, Staffan de Mistura akan memulai pembicaraan pada tanggal 11 April dengan bertemu Komite Negosiasi kelompok oposisi HNC. De Mistura akan memulai negosiasi secara tidak langsung, yang artinya pihak-pihak yang bersengketa tidak akan bertatap muka.


(esn)
sindonews
iklan