Presiden Sisi Didesak Mundur karena Menjual Pulau ke Arab Saudi

GIZA, KOMPAS.com — Aparat Kepolisian Mesir, Jumat (15/4/2016), menembakkan gas air mata kepada puluhan demonstran di kota Giza.


Saat itu massa berkumpul menuntut Presiden Abdel Fattah el-Sisi untuk mundur. Mereka menentang keputusan Sisi yang menyerahkan dua pulau di Laut Merah kepada Arab Saudi.
Sekalipun protes jalanan dilarang di Mesir, tetapi massa tidak peduli. Mereka tetap berunjuk rasa sekalipun sudah ada peringatan dari Kementerian Dalam Negeri untuk menghentikannya.
Para pemrotes dan kubu oposisi menuding Sisi dituduh menyerahkan dua pulau, yakni Tiran dan Sanafir, sebagai imbalan atas penanaman modal yang dilakukan oleh Arab Saudi di Mesir.
Pemerintah Mesir menyatakan, pulau itu memang merupakan milik Arab Saudi dan selama ini disewakan kepada Mesir.
Massa anti-keputusan Sisi melakukan protes jalanan sejak bubar shalat Jumat di kota Giza yang merupakan kembaran ibu kota Kairo.
Mereka membawa spanduk bertuliskan “Tanah adalah kehormatan” serta mengutuk penyerahan pulau tersebut.
Beberapa orang lagi menggunakan kesempatan protes ini untuk menuntut mundur pemerintahan yang berkuasa.
Protes ini merupakan protes yang cukup penting sejak Jenderal Sisi berkuasa di negeri itu.
Protes tersebut terjadi karena kesepakatan pemberian ini berlangsung secara tidak transparan.
iklan