Prancis Bakal Perpanjang Pemberlakukan Keadaan Darurat

PARIS - Perdana Menteri Prancis, Manuel Vallas mengatakan, pihaknya berencana untuk memperpanjang pemberlakukan keadaan darurat yang telah diterapkan pasca serangan Paris pada bulan November lalu.



Menurutnya, hal itu perlu dilakukan karena Prancis akan menjadi tuan rumah hajat sepakbola bergengsi di Eropa, Euro 2016. "Mengingat skala acara, keamanan harus bisa dipastikan," kata Vallas dalam sebuah wawancara seperti disitir dari BBC, Rabu (20/4/2016).

Valls juga mengatakan, Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve akan meminta persetujuan menteri lain untuk memperpanjang keadaan darurat sebelum pihak diajukan ke parlemen guna mendapat persetujuan. Dibutuhkan waktu dua bulan untuk mendapatkan persetujuan dari parlemen.

"Keadaan darurat tidak bisa permanen, namun pada kesempatan ini peristiwa besar. Kita harus memperpanjangnya," katanya.

Penetapan negara dalam keadaan darurat akan memberikan polisi kekuatan ekstra untuk melakukan pencarian dan menempatkan orang-orang yang dicurigai di bawah tahanan rumah. Keadaan darurat ini akan berkahir pada 26 Mei mendatang.

Situasi ini terakhir kali diperpanjang pada selama tiga bulan pada bulan Februari lalu. Namun, hal ini mendapat tentangan dari kelompok hak asasi manusia yang menilai pihak kepolisian bisa menyalahgunakan kekuasaan mereka.


(ian)
sindonews
iklan