Petugas Angkatan Laut AS Dituduh Bocorkan Informasi Rahasia ke China

WASHINGTON - Seorang petugas Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dituduh melakukan spionase dengan membocorkan informasi rahasia ke China. Dia juga menghadapi tuduhan menyewa pekerja seks komersial (PSK).



Petugas Angkatan Laut bernama Letnan Cmdr. Edward C. Lin itu merupakan warga kelahiran Taiwan yang menjadi warga AS melalui proses naturalisasi.

Tuduhan itu muncul ketika Lin dihadirkan dalam sidang pengadilan militer hari Jumat pekan lalu. Pihak Angkatan Laut tidak merilis identitas aslinya, namun seorang pejabat AS yang berbicara dalam kondisi anonim mengungkap identitas petugas Angkatan Laut yang menghadapi tuduhan spionase itu.

Kasus spionase ini pertama kali dilaporkan oleh USNI News. Lin merupakan petugas Angkatan Laut yang ditugaskan di Patrol and Reconnaissance Group. Tugasnya adalahmengawasi pesawat patroli maritim seperti pesawat mata-mata Poseidon P-8A dan P-3C Orion serta drone sruveilans MQ-4C Triton.

Dia menghadapi dua tuduhan khusus spionase dan tiga tuduhan percobaan spionase. Dia dituduh membocorkan informasi rahasia dengan maksud atau alasan untuk keuntungan bangsa asing.

Dia juga dituduh menyewa PSK, melakukan perzinahan dengan seorang wanita yang bukan istrinya, tidak mengungkapkan perjalanan asing kepada Pemerintah AS dan berbohong tentang fakta setelah apa yang dia lakukan.

Juru bicara Angkatan Laut AS, Letnan Cmdr. Timothy Hawkins, mengatakan, oknum militer yang biasanya mengungkapkan identitas anggota layanan Angkatan Laut akan menghadapi “pasal 32”. Menurutnya, hal itu menyangkut privasi anggota layananAngkatan Laut.

Sebelum keputusan untuk rujukan dakwaan,  kami tidak dapat mengidentifikasi petugasuntuk saat ini, kata Hawkins, seperti dikutip Washington Post, semalam (10/4/2016).

Seorang pejabat AS menegaskan bahwa cerita pribadi Lin telah disorot oleh Angkatan Laut pada tahun 2008, saat dia menjadi warga negara naturalisasi dalam sebuah upacara di Honolulu. Dia dan keluarganya datang ke Aketika dia berusia 14 tahun dan hanya bisa berbicara sedikit bahasa Inggris.

Saya hampir tidak bisa mengeja 'ABC. Satu-satunya nama yang saya tahu saat itu nama Amerika adalah Eddy,” kata Lin pada saat itu. Eddy adalah nama anjing ibu saya. Saya sangat beruntung bahwa ibu saya tidak menyebutkan nama anjingnya 'Fluffy.


Pada upacara tersebut, Lin berterima kasih anggota militer lainnya yang juga menjalaninaturalisasi untuk menjadi warga baru AS.


(mas)
sindonews
iklan