Perekrutan Polisi Pariwisata Khusus untuk Polwan Cantik

SANTIAGO DE QUERÉTARO – Diskriminasi di institusi kepolisian ternyata masih terjadi, seperti yang dilaporkan di Kota Santiago de Querétaro, Meksiko.

Sejak awal pekan ini, sejumlah polisi, terutama para polisi wanita (polwan), mogok kerja lantaran mengaku mengalami diskriminasi, terhadap dalam perekrutan unit baru, yakni unit polisi pariwisata.
Hal ini diperkuat laporan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Coincidir Mujeres yang mengadu pada Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) Meksiko.
Aktivis LSM Coincidir Mujeres, Maricruz Ocampo mengatakan, LSM mereka mendapat banyak pengaduan dari para polwan, di mana perekrutan unit polisi pariwisata itu hanya diseleksi berdasarkan daya tarik, penampilan – dan intinya, dikhususkan bagi para polwan cantik saja.
Inspeksi perekrutan dan seleksi itu pun dilakukan oleh para perwira polisi pria yang mengomentari penampilan para calon polisi pariwisata.
“Ada laporan yang mengatakan, seorang wanita yang belum lama ini keguguran, dinilai sebagai polisi gendut,” sebut Ocampo, sebagaimana disitat Express, Sabtu (9/4/2016).
“Wanita itu mengatakan, bahwa mereka dilatih untuk jadi anggota polisi, bukan gadis pertunjukan,” tambahnya lagi.
Hingga saat ini, dilaporkan para polisi di kota tersebut, masih keukeuh mogok kerja dan menuntut mundurnya Kepala Kepolisian Meksiko, Rolando Eugenio Hidalgo.
Nama Hidalgo sendiri sempat bikin heboh saat baru menjabat Kepala Polisi dengan membentuk unit polwan yang atraktif di Aguascalientes, di mana para polwan tersebut diwajibkan mengenakan seragam ketat, celana legging dan sepatu boot. 
Terkait diskriminasi dalam seleksi perekrutan polisi pariwisata tersebut, kritik juga datang dari pengamat keamanan, Jorge Kawas.
“Jelas hal ini merupakan tindakan diskriminasi dan tak ada buktinya bahwa dengan merekrut wanita atraktif, mereka akan melakukan pekerjaan yang lebih baik dari polwan lainnya,” cetus Kawas.
(raw)
okezone
iklan