Pembicaraan Damai Suriah Jilid III Dihelat 11 April

NEW YORK - PBB menyatakan, bahwa pembicaraan damai Suriah kemungkinan akan dilanjutkan di Jenewa, Swiss pada 11 April. Namun, PBB menambahkan, negosiator rezim Suriah hanya akan tiba beberapa hari kemudian setelah selesainya pemilihan parlemen di negara itu.



Juru bicara PBB, Ahmad Fawzi mengatakan, utusan PBB untuk krisis Suriah, Staffan de Mistura akan memulai pembicaraan pada tanggal 11 April dengan bertemu Komite Negosiasi kelompok oposisi HNC. De Mistura akan memulai negosiasi secara tidak langsung, yang artinya pihak-pihak yang bersengketa tidak akan bertatap muka, seperti dikutip dari Al Arabiya, Selasa (5/4/2016).

Pada pembicaraan putaran sebelumnya, yang terhenti pada 24 Maret, perwakilan Presiden Bashar al-Assad mengatakan bahwa mereka tidak akan kembali ke Jenewa sampai setelah pemilu pada 13 April mendatang.

Terkait hal tersebut, PBB tidak mengakui utusan Suriah hasil pemilu mendatang dan mencoba untuk membuat kesepakatan damai dimana salah satu poinnya adalah menggelar pemilu. Pemilu tersebut ditargetkan akan digelar dalam waktu 18 bulan, dimana calon oposisi masuk di dalamnya.

Pembicaraan damai mengalami kebuntuan terkait nasib politik Presiden Bashar al-Assad. Kelompok oposisi menuntut Assad untuk meninggalkan kekuasaannya sebelum pemerintahan transisi disepakati. Namun, utusan pemerintah Suriah menyatakan bahwa pembicaraan damai tidak membahas masa depan Assad.


(ian)
sindonews
iklan