Oposisi Suriah: Hentikan Serangan, atau Tak Ada Negosiasi Damai

JENEWA - Oposisi Suriah melemparkan syarat terbaru kepada pemerintah Suriah jika ingin negosiasi damai kembali berlangsung. Salah satu syaratnya adalah pemerintah Suriah harus menghentikan apa yang mereka sebut sebagai pembantaian terhadap warga Suriah.



Salah seorang negosiator oposisi Suriah yang mewakili kelompok Jaish al-Islam, Mohammed Alloush menuturkan, pihaknya sudah menyampaikan syarat ini kepada negosiator dari sisi pemerintah Suriah, yakni Bashar Ja'afari, sesaat sebelum dirinya meninggalkan Jenewa.

"Kami katakan kepada Ja'afari jika ia ingin pemerintah persatuan nasional yang nyata, pertama ia harus melepaskan 10.000 perempuan di penjara, dan puluhan ribu lainnya di sana," kata Alloush dalam sebuah pernyataan.

"Dia juga harus menghentikan pembantaian yang dilakukan oleh pemerintah Suriah setiap saat, sehingga dia (Ja'afari) bisa menjadi manusia dengan satu nasionalisme. Kemudian mungkin negosiasi akan dilanjutkan," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Kamis (21/4).

Negosiasi damai Suriah sendiri kembali berhenti, setelah oposisi Suriah memutuskan mundur, paska adanya pertempuran di Allepo. Penghentian negosiasi ini juga ditandai dengan sikap oposisi Suriah yang memutuskan untuk meninggalkan Jenewa, dan kembali ke Suriah.


(esn)
sindonews
iklan