Obama tolak usul Korut terkait nuklir dan latihan militer

Presiden Barack Obama menepiskan usulan Korea Utara yang bersedia menghentikan uji nuklir jika AS menghentikan latihan militer tahunan dengan Korea Selatan.

Kepada wartawan, Obama mengatakan bahwa AS tak menganggap penting usulan macam begitu, dan bahwa Pyongyang 'mesti mengambil langkah lebih baik' (ketimbang usul itu).
Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Su-yong melontarkan usulan itu dalam suatu wawancara yang langka dilakukan pejabat Korut. 
Menteri Luar Negeri Korut, Ri Su-yong mengajukan usulannya sesudah Korut mengaku telah meluncurkan rudal balistik dari sebuah kapal selam lepas pantai timur mereka.
PBB mengecam uji nuklir yang dipandang sebagai 'pelanggaran serius' trhadap resolusi-resolusi yang dimaksudkan untuk menghentikan ambisi nuklir Korut.
Kim Jong-unImage copyrightAFP
Image captionPemimpin Korea Utara Kim Jong-un saat uji coba peluncuran rudal nuklir dari sebuah kapal selam.
Dalam wawancara itu Ri Su-yong mengatakan negaranya berhak memiliki nuklir. Dan justru Korut terdorong untuk mempunyai senjata semacam itu sebagai alat membela diri, terkait langkah Amerika Serikat yang melakukan latihan militer setiap tahun dengan Korsel.
“Jika kita meneruskan jalur konfrontasi, ujungnya adalah malapetaka besar, bukan hanya untuk kedua negara tapi juga seluruh dunia. Hentikan latihan perang nuklir di Semenanjung Korea, maka kami kan menghentikan uji nuklir, kata Ri kepada kantor berita Associated Press.Ri Su-yong menegaskan penerapan beragam sanksi tidak akan menggoyahkan negaranya.
“Jika mereka percaya bahwa mereka bisa benar-benar membuat kami frustrasi dengan sanksi-sanksi, mereka salah total. Makin banyak tekanan yang Anda terima, maka reaksi Anda untuk melawannya akan semakin emosional. Dan ini penting untuk disadari para pembuat kebijakan Amerika,” kata Ri.bbc
iklan