Militer AS Kembangkan Avatar 3D untuk Cek Daya Tahan Tentara

Washington - Militer Amerika Serikat tengah mengembangkan avatar tiga dimensi (3D) untuk para tentara mereka. Avatar 3D ini bertujuan untuk memeriksa kerapuhan dan daya tahan tentara AS di medan pertempuran.



Seperti dilansir Press TV, Kamis (7/4/2016), Institut Penelitian Militer untuk Pengobatan Lingkungan (USARIEM) telah mengerjakan proyek ini sejak tahun 2010. Para peneliti militer ingin menciptakan avatar seluruh tubuh untuk setiap tentara AS, tak peduli jenis kelamin, bentuk maupun ukuran.

"Strategi ini memungkinkan penciptaan perpustakaan avatar besar, tentu, avatar online 'Army' selalu tersedia untuk kebutuhan penelitian dan tidak kalah penting, membentuk avatar individu yang mewakili karakter khusus para anggota unit khusus," sebut pakar matematika Gary Zientara yang mendesain proyek ini dengan Reed Hoyt selaku Kepala Divisi Modeling Biofisika dan Biomedis pada USARIEM.

"Menciptakan model avatar dengan software memampukan modeling secara psikologi setiap individu, dengan setiap avatar tentara bisa dikenakan dan dipindahkan ke berbagai posisi demi memeriksa segi kerapuhan, dan juga untuk menguji coba respons psikologi dalam setiap lingkungan dengan iklim apapun," imbuhnya.

Sejauh ini, sudah ada 250 avatar dengan jenis kelamin pria yang sukses dikembangkan. "Kami menganggap produk avatar kami sebagai 'generasi pertama' berdasarkan keterbatasan jumlah, tapi sangat berguna," ucap Zientara.

"Proyek ini memanfaatkan teknologi komputer yang sekarang tersedia luas di pasaran, dengan harga terjangkau. Keistimewaannya adalah komputasinya seperti black-box operation yang tidak membutuhkan masukan pakar. Mudah dipindai dan mudah menggunakan komputer untuk menciptakan avatar kita sebagai alat yang dikerahkan secara luas untuk militer," terangnya.  

Avatar militer 3D bisa menjadi alternatif dalam uji coba simulasi berisiko tinggi. "Grafis komputer menyerupai manusia yang ditampilkan di film-film Hollywood atau dalam game online memiliki kekosongan, kurang anatomi internal," ujar Zientara.

"Avatar di dalam film atau game tidak terlalu berbeda dengan hasil pindai tubuh yang digunakan dalam komputasi avatar dengan anatomi penuh buatan kami. Grafis avatar Hollywood atau game model lebih sederhana jika dibandingkan dengan avatar USARIEM yang memiliki anatomi penuh, dan biasanya didekorasi seperti model dengan karakter fisik dan pakaian buatan. Kesederhanaan buatan Hollywood dalam avatar kartun jauh lebih mudah dibuat animasi daripada avatar USARIEM," tandasnya.


(nvc/ita)
detik
iklan