Liga Arab Ingin Bentuk Pengadilan Pidana Khusus untuk Kejahatan Israel

KAIRO - Ketua Liga Arab, Nabil Al-Arabi, menyerukan pembentukan pengadilan pidana khusus untuk mengadili kejahatan Israel. Seruan itu muncul setelah Liga Arab menggelar pertemuan untuk mengutuk klaim Israel atas Dataran Tinggi Golan.




Liga Arab yang terdiri dari 22 negara dengan basis di Kairo diharapkan meloloskanresolusi untuk mengecam Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mengklaim Dataran Tinggi Golan milik Israel selamanya.

Israel menduduki Golan selama perang Timur Tengah tahun 1967 dengan Suriah, Mesir dan Yordania. Israel kemudian mencaploknya pada tahun 1981, dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.


Israel bertindak seperti sebuah negara yang berada di atas hukum dan akuntabilitas,” sindir Arabi di hadapan para delegasi negra-negara Liga Arab kemarin.

Dia kemudian menyerukan pengadilan pidana khusus untuk mengadili kejahatan Israel terhadap Palestina.

Duta Besar Arab Saudi di Kairo sekaligus delegasi Saudi untuk Liga Arab, Ahmed Qattan, menuduh Israel berusaha untuk mendapatkan keuntungan dari konflik di Suriah.Entitas Zionis mengeksploitasi krisis di Suriah,” ujarnya, seperti dikutip Al Arabiya, Jumat (22/4/2016).

Tanpa Suriah—yang sedang diskors—dari keanggotaan, sebanyak 21 negara anggotaLiga Arab pada hari Kamis dengan suara bulat menyetujui sebuah resolusi yang mengutuk Israel dan meminta Dewan Keamanan PBB untuk memaksa Israel untuktunduk pada hukum internasional dan resolusi PBB.


Teks resolusi itu menyebut bahwa pernyataan Netanyahu agresif dan berulang kaliIsrael mencoba  untuk memaksakan status quo untuk mencaplok Golan.


(mas
sindonews
iklan