Kutuk Serangan Pemerintah, Oposisi Suriah Tinggalkan Jenewa

JENEWA - Para pemimpin oposisi Suriah mulai meninggalkan Jenewa setelah serangan udara yang diduga dilakukan oleh pasukan pemerintah menghantam sebuah pasar. Mereka menyatakan tidak bisa ambil bagian dalam pembicaraan damai, sedangkan warga sipil Suriah setiap hari berada dalam kondisi sekarat.



Komite Negosiasi Tingkat Tinggi, HNC, yang menjadi representasi kelompok oposisi dalam pembicaraan damai mengutuk serangan di Maaret al-Numan, dengan menyebutnya sebagai pembantaian. Mereka menegaskan jika serangan tersebut sangat jelas melanggar gencatan senjata.

"Ini adalah eskalasi berbahaya dari situasi yang sudah rapuh, menunjukkan penghinaan terhadap seluruh masyarakat internasional, di saat dimana seharusnya ada penghentian permusuhan," kata juru bicara HNC, Salem al-Meslet dikutip dari Channel News Asia, Rabu (20/4/2016).

Sementara Koordinator HNC, Riyad Hijab mengatakan, ia dan delegasi lainnya mulai meninggalkan Jenewa. "Saya akan melakukan perjalanan hari ini bersama dengan beberapa rekan-rekan saya dari HNC. Beberapa orang telah meninggalkan Jenewa kemarin dan hari ini dan mereka akan meninggalkan Jenewa secara bertahap hingga Jumat," katanya.

"Hal ini tidak cocok, baik secara moral maupun dari sisi kemanusiaan, untuk menjadi bagian dari negosiasi ketika warga Suriah sekarat setiap hari dari pengepungan, kelaparan, pemboman, gas beracun dan bom barel," imbuhnya.

Serangan bom yang diduga dilakukan oleh rezim Suriah menghantam sebuah pasar di kota Maaret al-Numan pada Selasa (19/4/2016) kemarin. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 37 warga sipil.


(ian)
sindonews
iklan