Jihad Islam Tak Sama dengan Aksi Terorisme

JAKARTA - Jihad yang diajarkan dalam Islam semangatnya bukan untuk merusak dan membunuh orang tidak berdosa. Ajaran jihad dalam Islam tercermin dari ditetapkannya tanggal 23 November sebagai Hari Santri Nasional. 



Ketua Umum Ikatan Persatuan Imam Masjid (IPIM) Indonesia, Ali Mustafa Yaqub mengatakan, tanggal 23 November dalam sejarahnya bertepatan dengan Fatwa yang dikeluarkan Hasyim Ashari kepada umat Islam untuk berjihad melawan penjajah.

"Kita berperang karena Belanda dan Jepang itu menjajah Indonesia. Itu yang harus dikedepankan, bukan langsung mengatasnamakan jihad. Jangan sampai pula perang dalam Islam, yang diekspos keluar sepetinya orang Islam membunuh non-Islam," ujar Ali dalam siaran persnya, Kamis (7/4/2016).

Dia mengingatkan, jangan sampai ajaran jihad disamakan dengan terorisme.Jihad sesuai ajaran Islam itu sesuai alquran dan hadis. Maka itu, dia menyarankan, perlu konsultasi dengan ulama untuk mengetahui ajaran tentang jihad dan terorisme.

"Coba yang namanya teroris, begitu mereka meledakkan bom, jangankan wanita, anak yang masih dalam kandungan pun ikut meninggal. Jadi jangan dibawa-bawa jihad dalam segala macam aksi terorisme," ucapnya.

Sementara itu, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi dalam sebuah kegiatan acara diskus bertajuk Pencegahan Paham Radikal Terorisme yang digelar BNPT menegaskan, ajaran Islam melarang melakukan bunuh diri

"Indonesia itu negara damai. Jadi tidak ada alasan melakukan jihad di sini. Apalagi, membunuh orang yang tidak bersalah," tandas Hasyim Muzadi.


(kur)
sindonews
iklan