Insiden Laut Baltik Bikin Pentagon Berang

WASHINGTON - Pentagon telah mengungkapkan "sikap tidak senang" pada rekan-rekannya di Moskow terkait insiden di Laut Baltik. Kala itu, pesawat tempur Rusia berulang kali bermanuver di dekat kapal perusak Amerika Serikat (AS) dan terbang dekat pesawat pengintainya.



"Saya dapat memberitahu Anda, kami membuka saluran (militer ke militer) dan ketidaksenangan kami dengan perilaku mereka telah disampaikan kepada mereka," ujar juru bicara Penatgon, Kapten Angkatan Laut Jeff Davis.

"Kami tidak berperang dengan Rusia, kami tidak punya alasan untuk berpikir bahwa mereka akan menyerang kapal-kapal kami. Tapi yang mengatakan, seorang komandan, dengan hak yang melekat tentang pertahanan diri, harus membuat keputusan sepersekian detik. Kami tidak ingin dia salah perhitungan berdasarkan perilaku mereka yang tak pantas," katanya lagi dikutip dari Al Arabiya, Jumat (22/4/2016).

Terkait insiden di Laut Baltik, Moskow membela tindakannya dengan mengatakan pasukan AS beroperasi di dekat Kaliningrad, daerah kantong Rusia di Eropa Utara.

"Mungkinkah ada orang yang mengira jika kapal perusak itu dilengkapi dengan rudal jelajah berjarak 2.500 kilometer, yang dapat membawa hulu ledak nuklir, berlayar di perairan New York. Ini bukan aktivitas militer yang tepat, melainkan upaya untuk menekan Rusia," kata Duta Besar Rusia untuk NATO, Alexander Grushko.


(ian)
sindonews
iklan