Gandeng TNI, Kemendes Kembangkan Desa Pertahanan

JAKARTA - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat (TNI AD) mengembangkan desa pertahanan. Kerja sama itu akan direalisasikan di 86 desa tertinggal. 



"Pola pendekatan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) dalam memacu kreativitas dan prakarsa masyarakat untuk membangun sangat sinkron dan selaras dengan upaya pemerintah dalam mengembangkan mekanisme bottom up. Ini adalah alih kendali pembangunan yang selama ini bersifat top down," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi di Jakarta, Kamis (7/4/2016).

Menurut dia, secara substansi TMMD tersebut dapat dipandang sebagai bukti keterlibatan TNI dalam membangun perdesaan. Sedangkan dari sisi formula, TMMD menjadi lompatan metodologi pembangunan yang mengacu kesederhanaan, kebersamaan dan koordinasi lintas sektor.

"Program ini juga dapat dijadikan sebagai bentuk pengabdian demi terwujudnya pertahanan negara di daerah tangguh," ujarnya.

Dia menjelaskan kerja sama tersebut dilakukan demi mewujudkan pertahanan negara serta percepatan desa dalam membangun Indonesia. "Kerja sama kita tidak hanya dengan TNI. Masih ada kerja samadengan lembaga lainnya untuk membantu mengentaskan desa tertinggal," ujar Anwar.

Menurut dia, Kemendes PDTT tengah berusaha melakukan percepatan pembangunan di desa agar target mengentaskan 5.000 desa tertinggal dapat terlampau. "Target awal kita adalah mengentaskan 5.000 desa tertinggal hingga tahun 2019. Kita upayakan ini dipercepat, agar target bisa terlampaui hingga 15.000 desa," ujarnya.

Di sisi lain, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Letjen TNI Erwin Syafitri mengatakan rencana kegiatan TMMD  akan berlangsung selama 21 hari sejak tanggal 11-31 Mei 2016.

Kegiatan tersebut tersebar di 61 kabupaten/kota, di 62 kecamatan dan 86 desa. "Personel TNI yang akan dilibatkan sebanyak 9.150 orang," ungkapnya.



(dam)
sindonews
iklan