FBI Bayar Rp17 Miliar ke Hacker untuk Buka iPhone Teroris?

WASHINGTON - Direktur FBI Amerika Serikat (AS), James Comey, mengakui bahwa lembaganya membayar hacker untuk membuka password iPhone milik salah satu tersangka teroris San Bernardino.



Hanya saja, Comey menolak mengungkap jumlah uang yang dibayarkan untuk peretas iPhone pelaku pembantaian di San Bernardino itu.
Pada Aspen Security Forum, hari Kamis, moderator bertanya kepada Comey berapa banyak uang FBI yang dibayarkan kepada pihak ketiga yang belum disebutkan namanya untuk meretas iPhone itu.

Banyak, jawab Comey.


Sungguh?” tanya moderator lagi.

Lebih. Mari kita lihatlebih daripada saya akan membuat sesuatu di sisa pekerjaan ini, yang tujuh tahun empat bulan, pasti, kata Comey, yang tetap menolak memberikan angka yang lebih spesifik, seperti dikutip Reuters, Jumat (22/4/2016).


Menurut data FBI dan Kantor Manajemen dan Anggaran AS, direktur FBI memperolehUSD 183.000 setahun, per Januari 2015. Dengan demikian, Comey akan mendapatkanUSD 1.340.000 selama tujuh tahun empat bulan ke depan, dengan asumsi tidak ada kenaikan gaji atau bonus.


Jumlah uang tertinggi yang dikeluarkan untuk membayar teknik peretasan dan diakui FBI sebelumnya adalah USD1 juta. Uang itu dibayarkan pada perusahaan keamanan informasi Zerodium yang berbasis di AS untuk meretas ponsel.

Rabu lalu, seorang aparat penegak hukum yang berbicara dengan kondisi anonim mengatakan kepada CBS News bahwa FBI tidak berhasil menemukan hal-hal penting pada perangkat iPhone tersangka teroris San Bernardino.


Namun, aparat lainnya yang berbeda pendapat mengatakan kepada CNN bahwa iPhone itu "telah membantu penyelidik melacak alamat yang tersisa.

Kelompok hacker pihak ketiga yang dibayar FBI itu disebut-sebut dari Israel’s Cellebrite Ponsel. Kasus ini telah memicu perseteruan FBI dengan produsen iPhone, yakni Apple. Sebab, pihak Apple menolak membocorkan password  iPhone milik tersangka teroris San Bernardino dengan alasan privasi.


(mas)
sindonews
iklan