Diserbu Rusia, Lithuania Dilanda Kepanikan dan Kebingungan

VILNIUS – Lithuania, negara di kawasan Baltik, tengah dilanda kepanikan. Laporan tentang serbuan dan kemungkinan sabotasi dari Rusia, ternyata benar adanya setelah dikonfirmasi Perdana Menteri (PM) Lithuania, Algirdas Butkevicius, Jumat 8 April 2016 waktu setempat.


Sebelumnya, mencuat laporan awal pada 30 Maret lalu, bahwa pasukan terjun payung Rusia, menggelar latihan, tidak hanya di perbatasan Lithuania-Rusia, tapi juga sudah masuk ke wilayah kedaulatan Lithuania, tepatnya di Desa Juodkrante.
Namun hal itu kemudian dikonfirmasi oleh PM Lithuania dalam sebuah konferensi pers, di mana pasukan terjun payung Rusia sudah merangsek ke wilayah kedaulatan Lithuania.
PM Butkevicius juga menyatakan, bahwa pasukan khusus Lithuania sudah dikirim dan sudah bereaksi, serta melakukan tindakan tepat dan memadai. Pun begitu, Butkevicius menolak bicara lebih banyak hal yang spesifik.Adapun Menteri Pertahanan (Menhan) Lithuania, Jouzas Olekas, mengungkapkan hal senada. “Saya tidak bisa mengatakan (lebih). Ini informasi rahasia,” cetusnya singkat, sebagaimana diwartakan Sputnik, Sabtu (9/4/2016).
Ketidakjelasan pernyataan tersebut justru menambah kepanikan publik. Hal ini turut mencuatkan kritik, salah satunya dari mantan Menhan Lithuania, Rasa Jukneviciene di laman Facebook-nya.
“Sungguh menarik: Apa maksudnya pasukan khusus sudah merespons secara tepat dan memadai? Apa yang terjadi pada para tentara Rusia yang secara ilegal mendarat di wilayah kita? Di mana mereka ditangkap dan dipenjara, atau mungkin ditembak?,” tulis Jukneviciene.
“Saya sudah mendengar komentar dari komandan pasukan perbatasan yang mengatakan, mereka tak tahu apa-apa tentang serbuan itu. Ini penting untuk ditanyakan, karena ini masalah serius, meski sayangnya tak ada yang menanyakan PM kita. Para wartawan, saya ingin ingatkan kalian untuk tidak termakan hasutan ketika Anda diberikan informasi bahwa ini rahasia negara,” lanjutnya.
Selain kepanikan, kebingungan turut melanda. Pernyataan PM dan Menhan Lithuania juga dipertanyakan Liudas Dapkus, Pemimpin Redaksi (Pemred) Lyrtas, portal berita terpopuler Lithuania.
“Jika pernyataan itu benar dan tak ada yang bereaksi, ini jadi masalah serius. di mana nota protes Kementerian Luar Negeri terhadap Rusia? Mana keputusan untuk memperkuat penjaga pantai? Jika hal ini hanya hoax, maka persetan dengan permainan Anda!,” seru Dapkus.
(raw)
okezone
iklan