AS Berbagi Kekhawatiran soal Terorisme dengan Indonesia

JAKARTA - Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony J. Blinken mengatakan, pihaknya dan Indonesia memiliki kekhawatiran yang sama soal terorisme. Terlebih bila itu menyangkut ISIS.



Masih segar dalam ingatan beberapa waktu lalu Indonesia dikejutkan oleh aksi teror di kawasan Thamrin, Jakarta. Aksi teror itu diduga kuat dilakuan oleh kelompok yang berafiliasi dengan ISIS.

Blinken menyebut, ISIS sudah menjadi kekhawatiran banyak negara saat ini, termasuk AS dan Indonesia. Oleh karena itu, upaya untuk melawan ISIS harus dilakukan, dan setiap negara memiliki cara mereka masing-masing dalam melakukannya.

AS, papar Blinken melakukan perlawawanan dengan ISIS dengan cara membantu pemerintah Irak memberangus kelompok tersebut. Menurutnya, upaya tersebut saat ini sudah membuahkan hasil.

"Kami membuat kemajuan yang signifikan dalam menghadapi ISIS di Suriah dan Irak. Misalnya kami telah kembali mengambil lebih dari 50 persen wilayah yang dikuasai ISIS. Karena mereka tertekan di Suriah dan Irak, mereka mencoba untuk berpindah ke tempat lain," ucap Blinken pada Jumat (22/4).

"Saya rasa negara lain sudah melakukan penjagaan dan setiap negara tidak akan menunggu masalah akan datang, tapi mencoba untuk bekerja guna mencegah radikalisasi dan mobilisasi kaum muda ikut kelompok pemberontak," sambungnya.

Di kesempatan yang sama, dirinya juga mengutarakan pujian kepada pemerintah Indonesia. Menurutnya, Indonesia sudah sangat baik dalam menanggulangi penyebaran paham radikal, yakni dengan cara membantu anak muda menyuarakan pendapat mereka, bahwa terorisme, radikalime dan ekstrisme adalah sesuatu hal yang salah.


(esn)
sindonews
iklan