Anggaran Belanja Militer Dunia Meningkat Pada 2015

VIVA.co.id – Meningkatnya ketegangan di seluruh dunia mendorong kenaikan pengeluaran militer pada tahun 2015. Tahun lalu, anggaran belanja militer di seluruh dunia mengalami peningkatan, dan ini menjadi kenaikan pertama setelah empat tahun terakhir mengalami penurunan.  


Menurut laporan yang diterbitkan oleh Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), Selasa 5 April 2016, selama setahun penuh pada 2015, nilai belanja militer dunia mencapai US$ 1.67 triliun, naik satu persen dari tahun sebelumnya. "Peningkatan ini terutama terjadi di Eropa Timur, Asia dan Timur Tengah, sedangkan penurunan belanja di Barat sama rata," kata SIPRI seperti diberitakan Channel News Asia, Selasa, 5 April 2016,
Amerika Serikat tetap berada di posisi terdepan sebagai negara yang angkatan bersenjatanya paling banyak menghabiskan dana. Anggaran belanja militer Washington, menurut SIPRI tercatat sebanyak US$ 596 milyar. Pengeluaran terbesar kedua atas belanja militer di dunia adalah China, dengan biaya sebesar US$ 215 miliar, disusul Arab Saudi sebesar US$ 87.2 miliar dan Rusia dengan nilai belanja sebesar US$ 66.4 miliar.
Selama periode 2006-2015, anggaran militer AS menyusut empat persen, sementara China melonjak 132 persen. Arab Saudi dan Rusia juga meningkat secara signifikan, dengan 97 dan 91 persen di masing-masing negara.
Prancis yang pada 2014 menduduki peringkat kelima, kini jatuh ke tempat ketujuh di belakang Inggris dan India. Anggaran belanja militer terus menurun di seluruh Eropa Barat, meskipun tidak setajam tahun-tahun terakhir. Di Asia, pengeluaran meningkat di Indonesia, Filipina, Jepang dan Vietnam. Menurut SIPRI, peningkatan belanja militer di Asia terjadi akibat ketegangan dengan China dan Korea Utara. (ren)
iklan