Turki Tidak Ijinkan Kapal Perang NATO Beroperasi di Laut Aegea


Kapal Perang NATO yang dikerahkan di Laut Aegea ditugaskan untuk menghentikan aliran imigran ke Eropa sampai saat ini belum mulai beroperasi di perairan Turki dan menunggu lampu hijau dari anggota aliansi Ankara, diplomat kepada AFP, Selasa.

Meskipun permintaan diajukan oleh Jerman untuk operasi NATO, "Turki menolak" akhir pekan ini untuk memungkinkan kapal perang negara lain untuk masuk ke perairan Turki, sumber diplomatik kepada AFP.

diplomat lain mengkonfirmasi laporan itu.

Adapun Misi ini belum pernah terjadi sebelumnya, dimana negara NATO berusaha untuk mengatasi penyelundup migran, yang diluncurkan awal bulan ini dan bertujuan untuk membantu Uni Eropa mengatasi krisis migrasi terburuk sejak Perang Dunia II.

Rencananya adalah pasukan NATO melakukan pengintaian, pemantauan dan pengawasan untuk memberikan informasi ke Yunani, Turki dan badan perbatasan Uni Eropa Frontex sehingga dapat mengatasi masalah krisis ini.

Tiga hari kemudian, menteri pertahanan dari negara-negara anggota NATO memberi mereka lampu hijau untuk mulai mempersiapkan operasi, dan untuk melakukan operasi langsung dari tiga kapal di Laut Aegea.

Sejak pecahnya konflik bersaudara di Suriah, Lebih dari satu juta migran lari dari perang Negara Suriah dan pergolakan di Timur Tengah, Asia dan Afrika mendarat di Uni Eropa tahun lalu, sebagian besar dari mereka membuat perjalanan berbahaya melintasi Aegea dari Turki ke Yunani.
iklan