Tragedi BOM Brussels Belgia Yang Mengerikan

Jumlah Korban Tewas Serangan Brussels Bertambah Jadi 34 Jiwa : BRUSSELS - Lembaga penyiaran publik VRT menyatakan, 34 orang tewas dalam serangan di bandara Brussels dan stasiun kereta metro. Serangan tersebut terjadi di saat jam-jam sibuk di ibukota Belgia, Brussels.





Dalam siarannya, VRT mengatakan 20 tewas dalam ledakan stasiun kereta metro dan 14 tewas dalam ledakan kembar di Bandara Brussels, Zaventem. Sebelumnya, pihak berwenang menyatakan 11 tewas dalam pemboman di bandara dan 15 orang dalam ledakan di stasiun kereta bawah tanah seperti dikutip dari Reuters, Selasa (22/3/2016).

Selain itu, VRT juga mengatakan polisi telah menemukan sebuah senapan serbu Kalashnikov di samping tubuh penyerang di bandara. Senjata tersebut telah menjadi merek dagang dari sejumlah serangan teror di Eropa, termasuk pada 13 November di Paris, Prancis.

Sebuah sabuk peledak yang tidak terpakai juga ditemukan di daerah tersebut, kata lembaga penyiaran publik itu. Polisi terus menjelajahi bandara untuk mencari kemungkinan adanya bom yang lain atau pelaku pemboman.
Polisi Belgia Temukan Sabuk Bom Bunuh Diri :
BRUSSELS - Pihak kepolisian Belgia menemukan sebuah sabuk bom bunuh diri yang belum sempat digunakan di bandara Brussels dimana dua ledakan pertama terjadi. Demikian laporan stasiun televisi Belgia, VTM.

Menurut penyiar lokal VTM, polisi juga tengah menyelidiki sebuah objek yang mencurigakan di sebuah universitas di ibukota Belgia. Selain itu, koran l'Avenir melaporkan, tim penjinak bom juga meledakkan sebuah kendaraan yang mencurigakan di tengah kota Brussels.

"Kendaraan itu berada di Général Jacques Boulevard, dekat Free University of Brussels dan barak polisi," demikian laporan media cetak Belgia itu, seperti dikutip dari Sputniknews, Selasa (22/3/2016).

Serangkaian ledakan menghantam ibukota Belgia pada hari ini, termasuk dua ledakan di bandara Brussels Zaventem yang menyebabkan 11 orang tewas dan 81 luka-luka. Sementara setidaknya 15 orang dilaporkan tewas dalam ledakan di stasiun metro di tengah Brussels, dan 73 lainnya luka-luka.

Ledakan di Brussels terjadi hanya selang beberapa hari setelah Salah Abdeslam, yang merupakan dalang serangan Paris pada November lalu, berhasil ditangkap aparat Belgia.

Diplomat Slovenia Jadi Korban Ledakan Brussels :

LJUBLJANA - Rentetan ledakan yang terjadi di Brussels tidak hanya memakan korban warga Belgia, tetapi juga warga asing. Menteri Luar Negeri Slovenia, Karl Erjavec mengatakan, seorang diplomat Slovenia terluka dalam serangan di Brussels pada hari Selasa (22/3/2016).

Menurut Erjavec, diplomat tersebut saat ini berada di rumah sakit dan dalam kondisi yang tidak mengkhawatirkan. Meski begitu, Erjavec tidak memberikan nama atau identitas sang diplomat. Laporan media mengatakan, sang diplomat menjadi korban luka ledakan di stasiun metro dalam perjalanan untuk bekerja, seperti dikutip dari Reuters.

Seperti diketahui, dua ledakan terjadi di bandara Brussels, Zavantem. Ledakan tersebut terjadi di ruang keberangkatan Bandara Zavantem. Beberapa orang terluka dan banyak penumpang lari menjauh dari lokasi ledakan.

Selang beberapa saat kemudian, sebuah ledakan juga terjadi di stasiun metro, Maelbeek, Brussels. Berdasarkan laporan kantor berita Belgia, RTBF, ledakan itu terdengar tidak jauh dari kantor Uni Eropa (UE) yang berada di pusat kota Brussels.

Pihak kepolisian Belgia telah mengkonfirmasi, bahwa setidaknya satu orang tewas dalam peristiwa ledakan di Bandara Brussels. "Satu orang meninggal dan kemungkinan ada beberapa lagi," kata seorang pejabat polisi seperti disitir The Guardian dari AP.

Putin: Ledakan Brussels Adalah Kejahatan Barbar:

MOSKOW - Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengutuk keras ledakan di Brussels dan meyakinkan orang-orang Belgia akan sikap solidaritas Rusia kepada negara itu dalam menghadapi masa-masa sulit, kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

"Presiden Putin telah mengirimkan ucapan belasungkawa kepada Raja Philippe dari Belgia sehubungan dengan tewasnya sejumlah warga sipil dalam serangkaian ledakan di Brussels," kata Peskov kepada wartawan seperti disitir dari Sputniknews, Selasa (22/3/2016).

"Presiden sangat mengutuk kejahatan barbar, menyatakan belasungkawa kepada orang-orang Belgia dan meyakinkan orang-orang Belgia sikap solidaritas Rusia terhadap Belgia pada masa-masa sulit," tambah Peskov.

Dikatakan Peskov, Presiden Rusia yakin bahwa orang-orang di balik serangkaian ledakan mematikan di Brussels akan dibawa ke pengadilan.

"Presiden Rusia menyatakan keyakinannya bahwa para pembunuh dan kaki mereka akan dihukum, dan disampaikan simpati kepada keluarga dan teman-teman korban, serta keinginan pemulihan cepat ke semua orang yang terluka," tukas Peskov.

Dua buah ledakan terjadi di bandara udara Brussels dan membuat sejumlah orang berlari. Selang beberapa saat kemudian, sebuah ledakan juga terjadi di stasiun Metro di ibukota Belgia itu. Belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban akibat gelombang ledakan yang terjadi.


Pendukung ISIS Bersuka Cita Sambut Serangan Brussels : (ISIS BUKAN ISLAM)

KAIRO - Pendukung kelompok Negara Islam Irak Suriah atau ISIS menyambut gembira dan memuji gelombang ledakan yang terjadi di Brussels, Belgia. Mereka mengungkapkan rasa suka cita mereka di media sosial.

"ISIS akan memaksa Anda untuk mengevaluasi kembali cara Anda seribu kali, sebelum Anda berani untuk membunuh Muslim lagi. Dan, Anda tahu bahwa kini umat Islam memiliki negara untuk membela mereka," cuit seorang pendukung ISIS di Twitter seperti dikutip dari Reuters, Selasa (22/3/2016).

"Hari yang begitu indah. Belgia ingin membom ISIS. Sekarang, nikmati apa yang telah ditaburkan oleh tangan Anda. Banya doa yang dijawab hari ini," cuit pendukung ISIS yang lain, seperti dikutip dari laman Independent.

Sementara pendukung ISIS lainnya mengaku telah menerima pesan dari seorang militan ISIS untuk para pendukungnya di Belgia. "Kami datang kepada Anda dengan pembantaian," katanya.

Dua ledakan terjadi di ruang keberangkatan Bandara Brussels, Zavantem. Selang beberapa saat kemudian, ledakan kembali terjadi di ibukota Belgia itu. Kali ini terjadi di stasiun metro, Maelbeek, yang tidak jauh dari kantor Uni Eropa (UE) yang berada di pusat kota Brussels.


sindonews

iklan