Satire Jerman yang Buat Erdogan Berang, Ankara-Berlin Tegang

ANKARA, – Dua hari lalu, Selasa (29/3/2016), Menteri Luar Negeri Turki Ahmed Davutoglu memanggil Duta Besar Jerman untuk Turki di Ankara, Martin Erdmann. Hal itu terkait dengan satire di televisi Jeman yang dikecam banyak pihak.


Video satire Erdogan di Youtube pun telah diklik oleh hampir 3 juta orang.  
Pada acara Extra 3, pertunjukan mingguan di televisi lokal NDR Jerman muncul video musik bertajuk Erdowie, Erdowo, Erdogan(pelesetan dari "Erdo-bagaimana, Erdo-di mana, Erdo-kapan") pada edisi 17 Maret lalu. Hal itu kemudian menyebabkan Erdogan marah besar.
Video itu mengkritik sekaligus menghibur, tetapi telah memicu pertikaian diplomatik antara Turki dan Jerman di tengah kritik terkait kesepakatan pengungsi dengan Uni Eropa.
Erdogan lalu memerintahkan Davutoglu untuk memanggil Erdmann dan menyampaikan langsung nota protes.
Akibat intervensi Erdogan itu, klip video musik “Erdowie, Erdowo, Erdogan” dalam tayangan satire acara Extra 3  yang diunggah ke kanal Youtube sudah diklik lebih dari 2,8 juta orang. NDR bahkan menyediakan terjemahan ke dalam bahasa Inggris lewat fungsisubtitle.
Dalam satire itu terutama dikritik sikap keras Erdogan terhadap media maupun wartawan yang kritis terhadap kebijakannya. Juga dikritik korupsi yang menggurita di kalangan pejabat tinggi serta perlakuan kekerasan terhadap kaum perempuan di negeri dua benua itu.
Tuai kritik
Langkah Ankara memanggil Erdmann terkait satire di televisi regional Jerman juga dikecam banyak pihak. Intervensi Erdogan yang dinilai berlebihan itu sontak memicu kritik dari Uni Eropa maupun pemerintah Jerman di Berlin.
“Langkah Ankara ini tidak selaras dengan penghormatan kebebasan pers dan berekspresi, yang merupakan nilai yanh dijunjung tinggi Uni Eropa (UE)”, tegas Mina Andreeva juru bicara Komite Uni Eropa.
“Langkah Erdogan itu diyakini akan menjauhkan Turki dari UE. Bukan seperti diharapkan makin mendekat,” ujar jubir UE mengutip pernyataan Ketua Komisi UE Jean-Claude Juncker.
Seperti diketahui, Turki menghendaki diakui sebagai anggota UE. Dengan memanfaatkan isu krisis pengungsi, Ankara juga terus menekan UE agar proses keanggotaan dipercepat.
Berlin secara resmi juga membantah protes Erdogan. Kementerian Luar Negeri Jerman dalam sebuah pernyataan menyebutkan, Erdmann yang membela kebebasan pers telah melakukan tugasnya dengan baik untuk melindungi negara hukum, kebebasan kehakiman, dan penghormatan terhadap kebebasan pers dan kebebasan berekspresi.
KOMPAS.com 
Editor: Pascal S Bin Saju
Sumber: DW/Reuters/Independent
iklan