S-300 DiHentikan,Militer Iran Bawa 8 Miliar Untuk Borong 160 Pesawat Tempur Rusia

Setelah beberapa dekade mendapat isolasi dari pasar senjata internasional, Iran bersiap-siap untuk belanja militer besar-besaran senjata buatan Rusia. Tertinggal dari negara saingan regional nya yang dilengkapi dengan senjata buatan AS, Iran akan bersiap membenahi kelemahan militernya dengna buatan Rusia.

S-300 DiHentikan,Militer Iran Bawa 8 Miliar Untuk Borong 160 Pesawat Tempur Rusia


Pada tanggal 15 Februari, Menteri Pertahanan Iran Hossein Dehghan telah mendarat di Moskow untuk melakukan kunjungan dua hari. Menurut laporan media, Negara Syiah ini datang dengan membwa sederatan daftar belanja yang berjumlah $ 8 miliar, termasuk pembelian pesawat canggih Su-30 , pesawat latih Yak-30, helikopter militer seperti Mi-8 dan Mi-17, K-300 Bastion sistem pertahanan pesisir , kapal permukaan baru, dan bahkan juga kapal selam diesel-listrik baru.


Iran dikatakan paling tergiur dengan pesawat tempur multi perang Su-30, yang secara drastis akan mengungguli pesawat apa pun di gudang mereka. Sejak diberalakukan sanksi  tahun 1979, angkatan udara Iran saat ini, Iran hanya memiliki pesawat tempur tua campuran era -Vietnam buatan AS - seperti  F-4 Phantom dan F-14 Tomcat - serta jet kuno Rusia dan Cina.


Rusia adalah tempat yang sangat ramah untuk dikunjungi Iran setelah sanksi di cabut. Rusia menjadi pilihan utama untuk membeli peralatan militer, terutama bagi mereka yang membutuhkan hardware sebanding dengan kit Barat, tapi tanpa uang atau sarana untuk membeli dan memelihara itu.

Analis memperkirakan bahwa Iran akan menghabiskan sampai $ 40 miliar untuk  jangka waktu lama guna mengupgrade kemampuan militer mereka. Meskipun demikian, anggaran belanja $ 8 miliar merupakan investasi yang signifikan. Menurut Ben Moores, seorang analis senior di konsultan pertahanan internasional IHS, anggaran tersebut akan dapat memborong "sekitar 160 pejuang multirole."

 ia memberikan catatan, mungkin terlalu banyak kebutuhan untuk Iran. "Mereka juga bisa membeli beberapa kapal, upgrade kapal selam kelas Kilo [buatan Rusia]yang mereka miliki, dan mungkin membeli beberapa frigat baru dan juga sistem pertahanan udara tambahan," katanya.


Secara keseluruhan, belnja yang bernilai miliaran dolar dengan Rusia-Iran tentunya akan mengubah keseimbangan kekuasaan di Timur Tengah. Namun kesepakatan masih membutuhkan persetujuan oleh Dewan Keamanan PBB, di mana Amerika Serikat memiliki hak  kesepakatan dengan hak vetonya.
iklan