Respon Serangan Brussels, Belgia Ikut Bombardir ISIS di Suriah

BRUSSELS -  Pemerintah Belgia menuturkan, pihaknya akan terlibat dalam operasi anti-teror, baik di Suriah atupun Irak. Belgia kelak akan tergabung dalam koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS).



Kepastikan terlibatnya Belgia dalam operasi memberangus ISIS di Suriah itu disampaikan oleh Perdana Menteri Belgia Charles Michel, paska melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry. Keputusan ini juga merupakan respon atas serangan Brussels, yang diduga kuat dilakukan oleh ISIS.

"Dalam rangka perjanjian dengan Belanda, kita akan melanjutkan misi F-16 kami. Kami akan mengadakan debat di parlemen dan pemerintah untuk memutuskan apakah mungkin untuk memperluas mandat F-16," ucap Michel, seperti dilansir Sputnik pada Jumat (25/3).

Seperti diketahui, serangkaian ledakan menghantam ibukota Belgia, termasuk dua ledakan di bandara Brussels Zaventem dan di stasiun metro di tengah Brussels. Total 34 orang tewas dalam serangan tersebut, dan lebih dari 200 orang lainnya mengalami luka-luka.

Paska serangan, Belgia langsung melakukan operasi besar-besaran untuk menangkap komplotan pelaku serangan tersebut. Sebagai hasilnya, polisi Belgia dilaporkan berhasil menangkap enam orang untuk diperiksa terkait bom bunuh diri yang dilakukan anggota ISIS di Brussels.


(esn)

sindonews
iklan