Prancis Murka, Kalau Tidak Ingin Pesawat Tempur Rafale Sana Beli F-16

Pembelian pemerintah-ke-pemerintah antara India dan Perancis untuk pembelian 36 pesawat tempur Dassault Rafale ke New Delhi mengalami kendala. Ajai Shukla melaporkan bahwa Paris telah mengakui secara terbuka kemungkinan  kesepakatan kedua negara akan mengalami kegagalan total terkait perbedaan serius antara kedua negara terkait masalah harga dan TOT di India "desakan jaminan dilaksanakannya pengiriman pesawat tempur, kinerja, dan ketersediaan."
 
 

Laporan Shukla mengandung beberapa kutipan yang sangat terang dari sisi Perancis dalam negosiasi ini. Seorang pejabat senior Perancis memaparkan kepada media Standar Bisnis bahwa jika kementerian pertahanan India terus mendorong negosiasi yang sulit, Prancis bisa mencari atau menjual ke negara lain: "Kami sedang membangun pesawat tempur Dassault Rafale untuk Mesir dan Qatar, dan kita bisa memiliki pelanggan lain di Malaysia," katanya, menyoroti transaksi lainnya. 
 
Pejabat yang sama melanjutkan dengan nada ejekan yang ditujukan kepada para pejabat pertahanan India: "Jika Anda tidak ingin Rafale, pergi sana dan bangun F-16 di sini. Anda dapat membangun di India dan memasoknya ke Pakistan juga. "pejabat tersebut menunjuk kepada kontrak senilai $ 699.000.000 antara AS-Pakistan untuk penjualan delapan pesawat tempur F-16 Block-52.

Pernyataan resmi Perancis ini berusaha untuk memberikan ketegasan yang jelas bahwa Perancis memegang kartu kuat dalam negosiasi dengan India dan tidak selalu perlu menjual 36 pejuang kepada India  Karena  "Proyek Rafale adalah komersial berdasarkan angka-angka yang militer Perancis butuhkan , bahkan jika tidak ada order ekspor tunggal," tambahnya.
iklan