Militer Pakistan Tangkap Tersangka Pengebom di Lahore

Lahore – Militer Pakistan telah melancarkan serangan dan menangkap para tersangka, pada Senin (28/3), usai tindak pengeboman bunuh diri Taliban yang menargetkan umat Kristen, yang tengah merayakan Hari Paskah di sebuah taman, Minggu (27/3). Saat kejadian, lokasi itu sedang disesaki oleh pengunjung yang mayoritas adalah keluarga, sehingga menewaskan 72 orang di mana sebagian besar adalah anak-anak.

Tidak hanya korban tewas, ada pula ratusan korban yang mengalami luka-luka ketika peledak bermuatan bantalan peluru memecah kerumunan yang ada di dekat area bermain anak, di sebuah taman yang berlokasi di bagian timur kota Lahore.
Pihak militer pun merespons insiden itu dengan menyerbu Lahore serta Faisalabad dan Multan, dua kota besar lain di Provinsi Punjab.
“Sejumlah tersangka teroris dan fasilitator telah ditangkap serta mengumpulkan sejumlah besar senjata dan amunisi yang ditemukan,” tulis juru bicara militer Asim Bajwa dalam akun Twitter.
Dengan kesedihan mendalam para keluarga terpaksa menguburkan kerabatnya yang meninggal di tengah perayaan Paskah, Senin.
“Saya sudah mencoba menekan dada anak saya dan memberikan nafas buatan (CPR/Cardiopulmonary resuscitation), tapi dia sudah tiada. Dia meninggal tepat di depan saya,” ujar Javed Bashir kepada AFP, seraya menangis di pemakaman putranya.
“Putra saya, putra saya, tak ada seorang pun yang harus kehilangan anak-anak mereka,” isak seorang ibu dari korban lain.
Para saksi menceritakan bahwa anak-anak berteriak saat orang-orang menggendong korban luka pasca serangan yang terjadi Minggu. Sementara itu kerabat lain terlihat panik mencari orang-orang yang mereka kasihi.
Menurut juru bicara Jamaat-ul-Ahrar dari faksi Tehreek-e-Taliban Pakistan kepada AFP,kelompok itu melakukan serangan karena umat Kristen adalah “target kami” dan berjanji akan ada serangan lebih banyak lagi yang diarahkan ke sekolah-sekola dan kampus-kampus.
Namun, serangan kali ini adalah yang paling buruk di sepanjang 2016, di negara yang telah terbiasa dengan kekejaman. Serangan tersebut akan terus merusak hubungan antar agama di negara yang mayoritas penduduk adalah umat Muslim.
Menurut juru bicara dari tim penyelamat, Deeba Shahbaz, korban tewas meningkat menjadi 72 orang, 29 dia antara korban tewas adalah anak-anak.
Sedangkan juru bicara pemerintah kota Lahore mencatat jumlah korban tewas dari kalangan umat Kristen berada di kisaran 10-15 orang. Pihak berwenang pun bergegas mengindentifikasi korban tewas.
Usai insiden penyerangan, masih terlihat serpihan-serpihan daging manusia dan robekan kain tersebar di sekitar ayunan dan komidi putar yang berlumuran darah, pada Senin.
Menurut pihak berwenang, karena ada hari libur Paskah dan cuaca musim semi yang hangat maka taman tersebut disesaki oleh pengunjung. Bahkan, petugas taman mencatat ada sekitar delapan ribu orang yang berada di taman ketika bom meledak pada sore hari waktu setempat
“Para militan menuju ke target-target yang lebih mudah karena gereja-gereja di Lahore berada dalam pengamanan ketat,” ungkap Cecil Shane Chaudhry, direktur eksekutif Komisi Nasional Keadilan dan Perdamaian – sebuah organisasi Kristen.
Leonard AL Cahyoputra/PYA
AFP/Investor Daily
iklan