Lawan ISIS, Serdadu Wanita Kurdi "Wajib" Berdandan Cantik

MOSUL - Para serdadu wanita Kurdi di Erbil, Irak utara, mengaku selalu berdandan setiap pergi ke medan perang melawan ISIS. Bagi mereka mengenakan makeup, seperti hal wajib karena jika setiap saat tewas mereka ingin terlihat cantik.



Kebiasaan “wajib” berdandan itu dijalani tentara wanita Kurdi Peshmerga dari Batalion 1 yang menjalani pelatihan di Erbil, Irak utara.

Ahd Mohemed, salah satu dari tentara wanita Kurdi mengaku saban pagi selalu menebalkan alis. Dia juga mengenakan mascara, lipstik dan melukis kuku sebelum memegang senapan AK-47.

“Saya selalu mengenakan lipstik sebelum aku pergi di garis depan,” kata tentara wanita berusia 36 tahun itu, seperti dikutip Daily Mail, Sabtu (26/3/2016).

Ketika kita berjuang kita ingin terlihat cantik. Jika saya mati, saya ingin mati tampak cantik,” lanjut dia.

Ahd Mohemed menunda meraih gelar sarjana hukum sejak mengangkat senjata melawan militan Islamic State (ISIS) tahun lalu.”Saya belum membunuh siapa punInsya Allah, waktu berikutnya, pasti,” katanya.

”Berjuang melawan Daesh (ISIS) ini tentu saja menakutkanMereka sangat berbahaya.Kami ingin membunuh mereka, karena mereka ingin membunuh kamiTapi kami lebih suka tidak harus bertarung dengan siapa pun,” ujarnya menjawab alasan beperang melawan ISIS.

Tentara dari Batalyon 1, yang dikenal sebagai “The Rifles” menjalani pelatihan dasar selama tiga minggu di Erbil Sejauh ini sudah lebih dari 100 tentara wanita yang lulus pelatihan.

Pelatih mereka salah satunya adalah Letnan Kolonel Oz Lane, seorang komandanInggris.”Apa yang membanggakan dari perempuan Peshmerga adalah keterampilan pertempuran perang mereka. Sekarang ini adalah tentang menunjukkan mereka, apa yang bisa mereka bawa dalam hal kemampuan operasional di medan perang, selain hanya menjadi benar-benar baik untuk memerangi Daesh,” katanya.

Menteri Pertahanan Inggris, Michael Fallon, juga memuji para tentara wanita Kurdi.”Pejuangperempuan Peshmerga ini berani dan membantu memastikan bahwa Daesh ditendang keluar dari Irak, dan kami harus terus mendukung mereka,” katanya.


(mas)
sindonews
iklan