Korut Tahan Pria Mengaku Curi Rahasia Militer

SEOUL -- Seorang pria keturunan Korea-Amerika Serikat, yang ditahan di Korea Utara, mengaku mencoba mencuri rahasia militer dari negara tersebut, kata kantor berita Jepang Kyododan kantor berita Cina Xinhua, Jumat (25/3).



Kim Dong Chul, yang sebelumnya mengaku warga Amerika Serikat naturalisasi dan ditangkap di Korut pada Oktober, meminta pengampunan dalam pertemuan dengan media di Pyongyang. Kim meminta maaf karena mencoba mencuri rahasia militer bekerja sama dengan warga Korea Selatan.

Dia menyatakan aksinya bertujuan untuk menggulingkan rezim Korut. Seorang sumber di Pyongyang mengatakan kepada Reuters,para diplomat di ibu kota Korut telah diberitahu mengenai pengakuan Kim dan pernyataannya serupa dengan pengakuan warga Amerika lain, Otto Warmbier yang juga ditahan di Korut.

Warmbier pada awal Maret dijatuhi hukuman 15 tahun kerja paksa karena mencoba mencuri spanduk propaganda. Korut juga menahan seorang pastur Kristen keturunan Korea-Kanada, yang dijatuhi hukuman seumur hidup atas dakwaan subversi.

Seorang petugas yang memperkenalkan Kim kepada media memulai pertemuan dengan memuji pencapaian nuklir Korut dan pemimpinnya Kim Jong-un, kata sumber yang tahu soal pertemuan tersebut. Seorang pembelot dari Korut sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa Kim, yang merupakan satu dari tiga warga Barat ditahan Korut, adalah pastur Kristen yang bekerja di Cina dan Amerika Serikat serta mengirimkan bantuan medis ke Korut.

CNN pada Januari melaporkan Kim berusia 60 tahun dan berasal dari Fairfax, Virginia, dan ia mengaku menjadi mata-mata untuk Korsel. Korut yang mendapat kritikan atas catatan hak asasi manusianya, di masa lalu memanfaatkan warga Amerika yang ditahan untuk menyeleksi kunjungan tingkat tinggi dari AS, yang tidak mempunyai hubungan diplomatik.


REPUBLIKA.CO.ID, 
iklan