Korban Serangan Bom Brussels Berasal dari 40 Negara

BRUSSELS - Otoritas Belgia mulai mengungkap identitas korban dua ledakan yang terjadi Brussels pada Selasa lalu. Menurut Perdana Menteri Belgia, Charles Michel, 31 korban tewas dan 316 terluka akibat ledakan itu berasal dari 40 negara.  Sejauh ini, 9 warga negara asing telah berhasil diidentifikasi. 



“Ini adalah angka awal. Proses identifikasi masih berlangsung dan mungkin memakan waktu lama. Yang sudah teridentifikasi adalah 1 warga Peru, 2 Amerika Serikat, 1 warga Inggris, 3 Belanda, 1 China dan 1 warga Perancis," jelas  juru bicara Kementerian Luar Negeri Belgia, Didier Vanderhasselt, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (25/3).

Leopold Hecht (20), seorang mahasiswa fakultas hukum di Saint-Louis Universitas, Brussels, adalah salah satu dari mereka yang tewas. Sementara Loubna Lafquiri, seorang ibu dari tiga anak berusia 34 tahun, diyakini sebagai korban tewas dalam ledakan di stasiun metro Brussels. Lafquiri berprofesi sebagai guru senam di sebuah sekolah Islam di Brussels.

Korban lain, Sascha dan Alexander Pinczowski, dua saudara kandung asal Belanda yang tinggal di New York, AS, diyakini keluarga mereka sebagai korban tewas. Satu warga Inggris yang telah lama menetap di Brussels, David Dixon, juga disebut tewas dalam aksi teror tersebut.

Hingga kini, aparat Belgia terus berupaya menangkap pihak-pihak yang dianggap terlibat dalam aksi mematikan ini. Sejak Kamis lalu, sudah 11 orang yang ditangkap karena diduga memiliki kaitan dengan aksi teror di bandara dan stasiun metro Brussels. Dari 11 orang itu, 9 ditangkap di Belgia dan 2 orang lainnya di Jerman.


(esn)
sindonews
iklan