Kopassus Dilibatkan Bebaskan 10 WNI yang Disandera Abu Sayyaf

JAKARTA - Tugboat Brahma 12 yang membawa tongkang (kapal) bermuatan batubara sebanyak 209 ton dan 10 WNI telah dibajak oleh kelompok milisi Abu Sayyaf di Perairan Filipina. 



Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri, Irjen Ketut Untung Yoga mengatakan, baik dari TNI dan Polri hingga Komando Pasukan Khusus (Kopassus) akan dilibatkan untuk pembebasan 10 WNI yang disandera.

“Ya kalau sudah masuk wilayah perbatasan itu pasti gunakan kekuatan-kekuatan untuk dikoordinasikan,” ujar Untung Yoga saat dihubungi,  Selasa (29/3/206).

Menurutnya, Kopassus sangat mumpuni dan memiliki kemampuan khusus untuk melakukan pencarian tersebut. Meski begitu, keterlibatan Kopassus menjadi kewenangan pimpinan TNI.

“Nah itu level-level pimpinan. Pastinya semua pihak akan terlibat,” ujarnya.

Diketahui, pembajak kapal tersebut mengklaim sebagai kelompok Abu Sayyaf dan meminta uang tebusan sebesar 50 juta peso atau setara Rp15 miliar dengan tenggat waktu waktu sampai 31 Maret 2016. Diperkirakan posisi kapal berada di Perairan Languyan, Filipina.

Kelompok Abu Sayyaf adalah pemberontak yang terdiri dari milisi Islam yang berbasis di sekitar kepulauan selatan Filipina, antara lain Jolo, Basilan, dan Mindanao.

sindonews
iklan