KFX VS TEJAS Masa Depan Pesawat Tempur Buatan Dalam Negeri

Sebuah proposal yang diajukan untuk menggandakan tingkat produksi pesawat tempur Light Combat buatan  India. Proposal tersbut saat ini  sedang diproses oleh Departemen Pertahanan. Sebanyak US $ 187 juta akan dihabiskan untuk memperluas lini produksi dari LCA.
 
 

Suntikan dana untuk meng-upgrade lini perakitan akan memungkinkan HAL untuk meningkatkan produksi dari LCA dari kapasitas 8 sampai 16 pesawat per tahun. Sebuah proposal dalam untuk meningkatkan produksi lini produksi pesawat tempur buatan dalam negeri India saat ini sedang diproses dengan Komite Kabinet Keamanan.

Pengeluaran $ 187 juta akan didanai sebagian oleh HAL (50%), Angkatan Udara India (25%) dan Angkatan Laut India (25%). Timeline untuk ini akan menjadi 36 bulan dari tanggal yang ditentukan.

Pesawat tempur mulitperan Tejas LCA ini sedang mengalami beberapa upgrade. Sebuah radar baruActive pindai elektronik Array (AESA) , Beyond rudal Visual Range (BVR), Air untuk Air pengisian (AAR) kemampuan dan Electronic Warfare (EW) Suite sedang ditambahkan ke daftar perangkat keras yang canggih.

produksi skala penuh dari Light Combat Pesawat tempur buatan India, Tejas diharapkan mulai tahun depan. 
 
Sedangkan Indonesia masih dalam tahap,pengembangan bersama dengan Korsel, Pesawat tempur Tejas telah memasuki lini produksi. Bedanya kemampuan dari pesawat tempur IFX/KFX  hampir setara dengan F-22, namun berita terbaru pesawat buatan korsel dan indonesia itu hanya masukk kategori pesawat 4+ dengan kamampuan semi siluman. 

Perkembangan terakhir dari pesawat tempur Siluman Indonesia saat ini, masih dalam tahap memilih teknologi yang akan dibenamkan di pesawat kebanggaan Indonesia tersebut. Korsel dan Indonesia memiliki kesulitan untuk teknologi siluman setelah AS ingkar Janji untuk mau berbagi teknologi silumannya. Korsel pun nyakin dapat mengembangkannya sendiri. Diharapkan pesawat tempur siluman Indonesia ini akan masuk dalam lanyanan pada tahun 2020.
iklan