Kapal Selam Angkatan Laut India Menunggu DPP Sebelum Melanjutkan Prpoyek Kapal Selam

Angkatan Laut hari ini mengatakan, pihaknya menunggu Prosedur Pengadaan Pertahanan (DPP) baru untuk menelaah, sebelum melanjutkan pada proyek yang telah banyak tertunda untuk membangun enam kapal selam konvensional berikutnya milik militer India, senilai hampir Rs 60.000 crore.
Kapal Selam Angkatan Laut India Menunggu DPP Sebelum Melanjutkan Prpoyek Kapal Delam

Angkatan Laut India juga berharap bahwa kapal selam Scorpene, yang pertama dirproduksi akan masuk uji coba tahun ini, akan mendapatkan senjata utamanya torpedo kelas berat, sebelum dinyatakan siap tempur. "Kami sedang menunggu DPP baru," yang disammpaikan oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Madya P Murugesan, saat berbicara bersama wartawan.

Dia mengatakan pekerjaan insfrastrutur tertentu pada untuk  kapal selam, P-75I, dan kapan DPP mengenumunkan sambil pekerjaan akan mulai.

DPP telah bekerja selama lebih dari satu tahun dan diharapkan akan diluncurkan segera.

Adanya pertahtian khusus dari peneliti Jakarta,  Angkatan Laut siap untuk bekerja dengan industri swasta, Murugesan kata pasukan itu telah membuatnya wajib bagi galangan kapal yang dipilih untuk melakukan sen Outsourcing 46 per dalam proyek P17A membangun frigat baru.

Ditanya apakah sudah ada gerakan maju dalam rencana Angkatan Laut untuk memperoleh torpedo berat untuk Scorpenes, katanya sub pertama akan masuk untuk uji coba tahun ini.

"Karena ini adalah kapal selam pertama kelasnya, uji coba akan berlangsung selama sekitar satu tahun. Kami berharap untuk mendapatkannya sebelum kapal selam dinyatakan siap tempur, "katanya, menambahkan bahwa Angkatan Laut" prihatin "dan pemerintah disita dari masalah ini.

Angkatan Laut berencana untuk membeli Black Shark torpedo kapal selam Scorpene, yang sedang dibangun di pabrikan di Mumbai, dari Whitehead Alenia Sistemi Subacquei (WASS), anak perusahaan dari Itali.
iklan