Jelang Kedatangan Erdogan, Amerika Perintahkan Keluarga Diplomat dan Militer Tinggalkan Turki Selatan

Departemen Luar Negeri dan Pertahanan Amerika Serikat hari Selasa (29/3/2016) memerintahkan agar keluarga para diplomat dan personel militer meninggalkan wilayah selatan Turki, karena meningkatnya ancaman terorisme di negara itu.


Dilansir Associated Press, kedua departemen itu mengatakan orang-orang yang berada dalam tanggungan staf yang bekerja di Konsulat Amerika Serikat di Adana, di pangkalan udara Incirlik serta dua lokasi lainnya harus segera pergi. Pemberitahuan “perintah pergi” itu artinya relokasi keluarga diplomat dan personel militer akan ditanggung oleh pemerintah.
Sekretaris pers Pentagon Peter Cook mengatakan tidak ada ancaman spesifik yang memicu dikeluarkannya perintah tersebut. Namun, Cook mengatakan hal itu diambil sebagai tindakan hati-hati demi keselamatan keluarga di daerah tersebut. Cook mengaku tidak tahu kapan batas akhir keluarga-keluarga itu harus pergi, tetapi mengatakan “ini akan dilakukan secepatnya.”
Perintah tersebut dikeluarkan mejelang kedatangan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke negeri Paman Sam. 
Dalam sebuah pernyataannya, pusat komando militer Amerika untuk wilayah Eropa mengatakan bahwa langkah itu diambil guna memastikan keselamatan keluarga para staf karena situasi keamanan yang mengkhawatirkan di kawasan itu belakangan ini.
Perintah pergi itu berlaku untuk Konsulat AS di Adana, keluarga militer AS di Incirlik, Ismir dan Mugla, serta keluarga pegawai sipil AS di Ismir dan Mugla.
Cook mengatakan perintah pergi itu tidak berlaku bagi 100 keluarga diplomat dan militer yang berada di Istanbul dan Ankara.
Incirlik adalah pangkalan udara penting bagi pasukan koalisi pimpinan AS dalam perang melawan kelompok ISIS. Pangkalan tersebut dipakai sebagai basis pesawat-pesawat tempur dan drone milik Amerika dan koalisi, serta tempat pesawat pengisi bahan bakar.
Pusat komando pasukan darat NATO berada di Ismir. Di Mugla ada pangkalan militer Turki, di mana sejumlah pasukan AS juga ditempatkan di sana untuk latihan dan misi lainnya.
Pentagon mengatakan perintah pergi itu berlaku untuk sekitar 680 keluarga dan kira-kira 270 ekor hewan peliharaan.
Hari Senin (28/3/2016) Menlu AS John Kerry bertemu dengan Menlu Turki Mevlut Cavusoglu. Juru bicara Deplu AS John Kirby mengatakan keduanya membicarakan soal tindakan pengamanan yang akan diambil di perbatasan Turki-Suriah yang mendapatkan gangguan dari jaringan teroris.*
Rep: Ama Farah
Editor: Dija
Hidayatullah.com
iklan