Helikopter Tempur India Pecahkan Rekor Dunia, Jepang Minat Untuk Membelinya

Light Combat Helicopter (LCH )India telah memecahkan rekor baru, ketika helikopter buatan dalam negerinya terbang di salah satu basis pendaratan tertinggi dunia yang terletak di perbukitan Siachen dengan muatan senjata yang layak. Helikopter penyerang ini mampu mendarat di ketinggian 4,8 km dari permukaan laut ke salah satu tempat paling terpencil dan lingkungan yang tidak ramah diketahui manusia.

Light Combat Helicopter (LCH ) adalah helikopter serang pertama yang pernah mendarat di Forward Pangkalan Pendaratan di Siachen dengan muatan 400kg.

helikopter telah menyelesaikan semua uji coba kinerja dan sekarang tinggal menunggu Izin Operasional Akhir (FOC).

HAL selaku pengembang Light Combat Helicopter (LCH )  bertanggung jawab untuk pengembangan helikopter ini telah membuat 4 prototipe yang bersama-sama telah mencatat lebih dari 600 tes penerbangan. helikopter dapat diintegrasikan dengan berbaagai muatan senjata yang berbeda. Senjata-senjata dapat bervariasi tergantung pada kebutuhan Angkatan Udara, Angkatan Laut dan Angkatan Darat.

LCH telah menyelsaikan semua uji coba cuaca dan telah tampil sangat baik. Ini adalah satu-satunya helikopter di dunia yang dapat beroperasi pada ketinggian 10 sampai 20.000 kaki dengan jumlah muatan  yang signifikan dari payload senjata dan helikopter serangan pertama di dunia untuk mendarat di Siachen.
 
Helikopter Tempur India Pecahkan Rekor Dunia, Jepang Minat Untuk Membelinya
 

Helikopter serang ini memiliki pod elektro-optik, kemampuan terbang malam, peluncur roket, turet senjata dan rudal udara-ke-udara. kegiatan pengembangan lebih lanjut sedang berlangsung di LCH untuk membuatnya bahkan lebih mematikan. Latihan uji tembak senjata direncanakan untuk dilaksanakan pada pertengahan 2016.

Light Combat Helicopter (LCH ) secara khusus dikembangkan untuk menanggapi kurang helikopter serang yang mampu melakukan operasi tempur ketinggian tinggi selama perang Kargil 1999.

Angkatan Darat India telah memesan 114 helikopter dan Angkatan Udara India telah memerintahkan 65 dari perusahaan Aviation Corp. Jumlah ini bisa membengkak menjadi 180 LCH mengingat bahwa Angkatan Darat ingin menyebarkan helikopter baru untuk  13 resimen dan formasi lainnya.

Terlepas dari permintaan Angkatan Bersenjata India, beberapa negara lain termasuk juga Jepang telah menunjukkan minat untuk membeli LCH yang telah memperoleh keberhasilannya saat melakukan pendaratan di ketinggian yang sangat tinggi dimana negera lain belum mampu mencapainya.

Ini adalah kesempatan bagi India untuk membuka semua pintu tertutup dan memungkinkan investor global untuk memproduksi senjata berat dalam negeri India.
 
iklan