DARPA Ciptakan UAV Tercanggih Dengan Kemampuan VTOL

DARPA memberikan tender ke Northrop Grumman senilai US $ 93 juta untuk di bawah fase 3 program UAV Tern. Perusahaan akan mengembangkan dengan mempertujukan inovatif dengan ekor  baling-baling, sayap pesawat terbang dengan counter-rotating, baling-baling hidung kembar yang akan dapat diterbangkan dari geladak kapal perang frigat.


Baling-baling yang ada di bawah atau ekor akan mengangkat pesawat dari dek kapal, mengarahkan ke atas untuk penerbangan horisontal dan memberikan propulsi untuk menyelesaikan misi. Mereka kemudian akan reorientasi permukaan setelah kembali dan menurunkannya ke dek kapal. Sistem ini akan cocok dan aman di dalam kapal.



UAV Tern memiliki bentuk seperti sayap terbang, dengan rentang sekitar sembilan meter. Empat roda untuk melakukan pendaratan di permukaan datar. UAV Canggih digunakan untuk tujuan dapat membawa muatan payload hingga 270 kg (600 lb) dari jarak 1.670 km (900 nm). UAV Tern Yang melakukan demonstran  dapat  memuat muatan sekitar 500 lbs berat lebih dari 600 nm. Foto: DARPA

 
Demo dari UV Tern  memiliki kemiripan dengan Convair XFY-1 Pogo, sebuah pesawat tempur eksperimental berbasis VTOL yang dirancang oleh Angkatan Laut pada tahun 1950 untuk memberikan dukungan udara untuk armada.

UAV Tern merupakan program bersama antara DARPA dan Kantor Angkatan Laut AS Naval Research (ONR), yang bertujuan untuk mengembangkan sistem Kendaraan tak berawak yang dapat diterbangkan dari kapal perang frigat  untuk melakukan ketinggian menengah, daya tahan lama (MALE). DARPA memsan  UAV yang diberikan dalam 3 Tahap untuk sebuah tim yang dipimpin oleh Northrop Grumman Corporation.
 gi.
iklan